SAMARINDA - Sembilan perkumpulan reog di Kota Tepian sepakat membentuk Paguyuban Reog Samarinda. Deklarasi dihadiri paguyuban reog dari Tenggarong dan Balikpapan, Kamis (4/5) di Perumahan Bumi Sempaja. Acara diramaikan dengan pementasan reog yang dihadiri masyarakat Samarinda dan sekitarnya.
Sekretaris Reog Ponorogo Samarinda Sutrisno kepada Kaltim Post menjelaskan, teman-teman sejak lama ingin menghidupkan kembali kesenian reog di Kota Tepian. Akhirnya dari hasil diskusi dengan penggiat kesenian reog tersebut, disepakati menghidupkan kembali perkumpulan paguyuban.
"Alhamdulillah, kami berhasil menyatukan sembilan perkumpulan reog yang ada di Samarinda. Memang sudah ada perkumpulan serupa di tingkat Kaltim. Kami sudah sampaikan untuk silakan membentuk kepengurusan tingkat Kaltim hingga kabupaten/kota, kami tinggal menyatu saja dengan teman-teman begitu terbentuk," katanya.
Alhamdulillah, lanjut dia, semangat teman-teman untuk terus menghidupkan seni dan budaya kampung halaman, Ponorogo sangat besar. Selama ini mereka tetap menjaga semangat dengan terus berlatih meski tak tampil. Paguyuban ini harus memberikan nilai lebih kepada mereka. Minimal, kekeluargaan di antara mereka semakin terjaga.
"Jangan sampai ada lagi persaingan tak sehat yang malah merugikan teman-teman. Inilah era mereka terus eksis dengan tampil dalam berbagai kesempatan. Melakukan regenerasi untuk memastikan keberlangsungan reog terus terjaga. Terutama dari sisi penari dan pemain gendang, regenerasi dilakukan dengan melatih generasi muda," ujar anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDIP tersebut.
Menurut dia, Paguyuban Reog Samarinda dipimpin Nidya Listiyono, anggota DPRD Kaltim yang juga punya kepedulian tinggi terhadap perkembangan reog Ponorogo di Samarinda. Bersama pengurus lainnya, sudah menyatakan komitmen untuk terus menjaga kelestarian kesenian reog Ponorogo. Tugas berat memang mengayomi hampir 300 anggota paguyuban.
"Kami bahkan mendorong terbentuk paguyuban reog lagi di Samarinda. Semakin banyak tentu semakin bagus, memperlihatkan semangat yang tak pernah padam menjaga budaya leluhur. Tentu kami bersanding dengan budaya lokal, bergandeng tangan menjaga warisan budaya bangsa," sebut anggota Komisi III DPRD Samarinda tersebut. (adv/waz/er/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria