Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Soroti Aktivitas Tambang PT BGM

izak-Indra Zakaria • Selasa, 23 Mei 2023 - 16:39 WIB
PENAMBANGAN: Tampak satu unit excavator milik PT BGM sedang beroperasi di Kelurahan Gersik yang dilakukan baru-baru ini.
PENAMBANGAN: Tampak satu unit excavator milik PT BGM sedang beroperasi di Kelurahan Gersik yang dilakukan baru-baru ini.


Rusak Lingkungan hingga Cemari Air Warga Sekitar


PENAJAM - Pencemaran lingkungan kembali terjadi di Kelurahan Gersik, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hal tersebut diduga akibat penambangan yang dilakukan perusahaan PT Borneo Guna Mandiri (BGM) milik lahan konsesi dari PD Benua Taka. Meskipun keluhan masyarakat telah disampaikan, namun hingga kini belum mendapatkan respons dari pihak yang terkait.

“Air di kolam yang ada di beberapa wilayah Kelurahan Gersik kini menjadi keruh, tidak jernih, dan menyebabkan gatal-gatal bagi yang menggunakan. Ini disinyalir akibat lahan yang ditambang oleh PT BGM,” ucap salahsatu warga Gersik yang enggan ditulis namanya.

Dikatakan kepada media ini juga, kolam yang terbentuk secara alami dan menampung cukup banyak debit air ini cukup jernih dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang banyak warga sekitar yang mengeluhkan dampak dari pertambangan tersebut. “Kami sudah melaporkan hal ini ke berbagai instansi terkait tapi hingga kini laporan kami belum ditindaklanjuti secara
serius,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, penambangan yang dilakukan PT BGM ini sudah melewati titik koordinat yang dimiliki oleh PD Benua Taka. "Karena kita pernah ambil titik koordinat dan memakai web Minerba sumber daya mineral dan batubara. Dan benar saja, titik koordinat yang di tambang PT BGM ini di luar dari konsesi. Untuk itu kita sudah melaporkan ke pihak manapun, tapi belum ada jawaban hingga saat
ini," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT BGM Joherman yang dikonfirmasi mengatakan'. "Memang kita akui dalam dunia pertambangan itu pasti ada masalah. Salah satunya terkait permasalahan lingkungan, khususnya terkait air bersih," ucap pria yang di panggil Jo itu saat dihubungi via telepon.

Di sisi lain, terkait penyerobotan lahan terkait titik koordinat, Jo enggan menjawab. Karena menurutnya pihaknya hanya sebagai subkontraktor. "Saya enggak ada kepentingan menjawab, mungkin bisa menghubungi pemilik konsesi PD Benua Taka," tutupnya. (pms/as/er)

Editor : izak-Indra Zakaria