Hamil merupakan kondisi alamiah yang dialami perempuan ketika janin berkembang didalam rahim. Tapi bagaimana jadinya jika yang hamil bukanlah perempuan akan tetapi laki-laki?
Dalam sebuah kondisi medis yang langka, seorang pria 60 tahun asal Nagpur, India bernama Sanju Bhagat didiagnosis dengan fetus in fetu dan ditemukan hidup dengan perut yang membuncit selama lebih dari 30 tahun.
Menurut National Library of Medicine, fetus in fetu (FIF) adalah suatu kondisi langka di mana satu janin vertebrata yang cacat berada di dalam tubuh kembarannya. Ini adalah kondisi yang sangat langka, dan telah ditemukan kurang dari 100 kasus.
Editor : izak-Indra Zakaria Pria yang biasa dipanggil Bhagat ini mendapat julukan pria hamil karena perutnya yang sangat besar. Daily Star melaporkan bahwa ia telah mengabaikan kondisi tersebut dan harus menerima ejekan dari teman-temannya tentang perutnya.
Dikutip dari India Times, pada tahun 1999 tonjolan tersebut menekan diafragmanya. Hal ini membuat Sanju Bhagat harus dirawat di rumah sakit karena sulit bernapas. Pada awalnya, dokter yang menangani Bhagat, dr. Ajay Mehta mengira bahwa itu mungkin adalah sebuah tumor.
Ia membedah perut Bhagat karena mengira bahwa itu adalah kanker, namun saat operasi dilakukan, mereka menemukan seorang manusia lain.
Ia membedah perut Bhagat karena mengira bahwa itu adalah kanker, namun saat operasi dilakukan, mereka menemukan seorang manusia lain.
History Defined melaporkan, "Dia baru saja memasukkan tangannya ke dalam, dan dia mengatakan ada banyak tulang di dalamnya," kata seorang dokter.
"Pertama, satu anggota tubuh keluar, kemudian anggota tubuh lainnya keluar. Kemudian beberapa bagian alat kelamin, beberapa bagian rambut, beberapa anggota badan, rahang, anggota badan, dan rambut", tambah mereka.
"Kami merasa ngeri. Kami bingung sekaligus takjub, tapi yang mengejutkan dan membuat saya ngeri, saya bisa berjabat tangan dengan seseorang di dalam. Itu sedikit mengejutkan bagi saya," tambah sang dokter.
"Kami merasa ngeri. Kami bingung sekaligus takjub, tapi yang mengejutkan dan membuat saya ngeri, saya bisa berjabat tangan dengan seseorang di dalam. Itu sedikit mengejutkan bagi saya," tambah sang dokter.
Kasus fetus in fetu yang dialami Sanju Bhagat bukanlah kasus satu-satunya yang terjadi di dunia. Kasus ini sudah terjadi di beberapa kali di beberapa negara, salah satunya di Indonesia.
Dikutip dari National Geographic, seorang pria bernama Ganang Yudho Putra Duri, 17, asal Grobogan, Jawa Tengah, memiliki keluhan yang sama seperti Bhagat, yaitu sulit bernapas disertai perut yang membuncit sejak lama.
Dugaan awal Ganang mengalami pembengkakan hati, namun ketika melakukan operasi pada tahun 2017. Dokter menemukan janin yang telah mati seberat 3 kg dan langsung dimakamkan.
Kasus terbaru terjadi pada tanggal 9 Maret 2023. Medpagetoday melaporkan jika ada kasus fetus in fetu dengan sebuah janin diangkat dari otak anak perempuan berusia satu tahun yang terjadi di Tiongkok. (*)