Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Indonesia Kekurangan Dokter, Moratorium Pembukaan Fakultas Kedokteran Baru Ditinjau

izak-Indra Zakaria • Kamis, 3 Agustus 2023 | 11:50 WIB
Photo
Photo

JAKARTA–Kekurangan tenaga dokter harus segera dipenuhi. Karena itu, pemerintah telah mencabut moratorium pembukaan fakultas kedokteran (FK) baru. Hingga kemarin (1/8) sudah ada 12 perguruan tinggi (PT) yang mendapat lampu hijau untuk membuka FK.

Sebanyak 12 kampus itu adalah Institut Kesehatan Medistra Medan, Universitas Bangka-Belitung, Universitas Maritim Raja Ali Haji (Riau), UPN Veteran Jawa Timur, Institut Kesehatan Helvetia Medan, dan Universitas Negeri Padang. Lalu, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya), dan Institut Kesehatan Deli Husada Delitua (Deli Serdang, Sumatra Utara).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti Ristek) Kemendikbudristek Nizam mengungkapkan, moratorium pembukaan FK baru dibuka tahun lalu atas permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Menurut dia, ada pertimbangan soal proyeksi kebutuhan dokter dari Kemenkes. Sebab, saat ini Indonesia tengah kekurangan tenaga dokter.

”Pengajuan izin pembukaan FK sangat banyak, tapi yang memenuhi syarat dan keluar izinnya baru beberapa,” ujarnya. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya DKI Jakarta yang kelebihan dokter. Jika merujuk pada rasio aturan kebutuhan dokter 1:1.000 jumlah penduduk, DKI Jakarta yang memiliki jumlah penduduk sekitar 10,7 juta orang setidaknya butuh 10.775 dokter.

Nah, saat ini jumlah dokter di Jakarta sebanyak 12.798 orang. Artinya, ada kelebihan 2.023 orang dokter. Sementara itu, 33 provinsi lainnya masih kekurangan (lihat grafis). Karena itu, pembukaan FK baru ini dikecualikan untuk kampus-kampus di DKI Jakarta.

Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbudristek Lukman menambahkan, setidaknya ada 48 usulan pengajuan FK baru. Namun, baru 12 yang lolos dan mendapatkan izin. ”Lainnya masih memperbaiki, dikasih kesempatan,” ungkapnya.

Kebanyakan kampus, kata Lukman, belum memenuhi beberapa syarat. Misalnya, harus ada minimal 26 dosen berbagai bidang ilmu, harus memiliki laboratorium minimal 11, hingga memiliki rumah sakit pendidikan. Nantinya, 26 dosen tersebut akan mengajar 50 mahasiswa yang diterima di FK baru ini. Ya, untuk angkatan pertama, PT dilarang menerima lebih dari 50 orang mahasiswa FK.

”Terkait nyawa ya, tidak bisa sembarangan (buka besar-besaran). Jadi, rasio dosen dan mahasiswa saja 1 dibanding 2,” jelasnya. Menurut Lukman, kuota ini bisa bertambah ketika kampus sudah meluluskan mahasiswanya dan akreditasi FK unggul. Kampus dibolehkan menerima mahasiswa FK hingga maksimal 250 orang. Itu pun harus bertahap dengan adanya tambahan dosen dan sarana-prasarana lainnya.

Dengan kuota terbatas di awal ini, tentunya kampus harus siap rugi. Sebab, investasi yang dikeluarkan sangat besar. Untuk membuat satu laboratorium saja, minimal dibutuhkan sekitar Rp 5 miliar. Padahal, yang disyaratkan minimal sebelas laboratorium. ”Jadi, buka kedokteran tidak mudah dan murah. Yang minimalis saja harus ada Rp 150 miliar,” tuturnya. Tapi, kepemilikan modal besar juga tak menjamin bisa memuluskan upaya membuka FK baru. Sebab, menurut Lukman, masalah SDM paling dominan saat ini.

Dosen yang disyaratkan langka. Apalagi, dosen tidak diizinkan mengajar di beberapa FK secara bersamaan. ”Itulah sebabnya, semester ini hanya 12 perguruan tinggi yang bisa buka. Sisanya kesulitan SDM, bukan peralatan,” paparnya. Lukman pun menegaskan, PT tidak bisa sembarangan mengajukan dosen untuk buru-buru membuka FK baru. Pasalnya, pihaknya akan melakukan skrining ketat. Selain itu, semua dilakukan by system sehingga proses dan progres setiap usulan bisa disimak langsung oleh banyak pihak. Live usulan ini pun dapat dilihat melalui laman https://siaga.kemdikbud.go.id/#tracking.

Selain FK baru, Kemenkes juga mencabut moratorium untuk pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Latar belakangnya pun sama, ada kekurangan dokter gigi di Indonesia. Secara nasional, Indonesia masih kurang 31.380 dokter gigi. Namun, berdasar data Ditjen Dikti Ristek, baru ada enam usulan pembukaan FKG. Lima usulan dinyatakan eligible, sedangkan sisanya tidak.

Lukman menerangkan, Kemenkes telah berkoordinasi dengan Kemendikbudristek mengenai penugasan pembukaan program studi dokter spesialis. Hal itu berkaitan dengan upaya peningkatan transformasi layanan rujukan dan pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia.

 

ITS-Unesa Buka Pendaftaran Perdana

ITS membuka pendaftaran calon mahasiswa baru (camaba) angkatan pertama program studi (prodi) pendidikan kedokteran kemarin. Kampus berbasis teknologi itu menyiapkan 50 kursi untuk camaba prodi baru Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK).

Rektor ITS Prof Mochamad Ashari mengatakan, pendaftaran prodi pendidikan kedokteran dibuka hingga 6 September saja. Syarat pendaftar merupakan lulusan SMA/MA sederajat 2021, 2022, dan 2023. Sistem penilaian prodi Pendidikan Kedokteran tersebut hanya menggunakan nilai rapor semester 1–6 dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2023. ”Jadi, pendaftar wajib punya nilai UTBK SNBT 2023. Dan tidak ada lagi tes yang diselenggarakan sendiri oleh ITS,” katanya saat ditemui Jawa Pos di Rektorat ITS kemarin.

Ashari sangat optimistis prodi baru ITS itu akan disambut antusias oleh masyarakat. Apalagi, Prodi Pendidikan Kedokteran ITS memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Yakni menjadikan dokter lulusan ITS dibekali kompetensi tambahan. Di antaranya artificial intelligence (AI), data analytics, teknologi nano, dan teknologi 3D printing pada bidang medis. ”Sekarang dunia kedokteran dan teknologi saling bergantung. Kami ingin dokter lulusan ITS mendapatkan kompetensi mengoperasikan teknologi medis,” ujarnya.

Guru besar di bidang teknik elektro itu menambahkan, ITS ingin mengambil peran di dunia kesehatan. Sebelumnya, ITS sudah membuka prodi teknologi kedokteran. ”Alasan kami mengambil peran di kedokteran karena ingin berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan dunia kesehatan,” imbuhnya.

Ashari menjelaskan, saat ini pemenuhan rasio dokter di Indonesia berdasar World Health Organization (WHO) masih belum terpenuhi. Selain itu, masih terjadi maladistribusi sehingga belum terjadi pemerataan dokter.

”Kami membuka FKK yang di dalamnya ada prodi Teknologi Kedokteran dan prodi Pendidikan Dokter agar kebutuhan kemandirian kesehatan nasional terwujud. Selain itu, dokter-dokter harus tahu dalam mengoperasikan teknologi,” jelasnya.

Tahun depan, Prodi Pendidikan Kedokteran ITS akan diikutkan di tiga jalur seleksi masuk PTN. Mulai seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), hingga jalur mandiri. ”Tahun ini, baru bisa dibuka di jalur mandiri. Kami optimistis tetap mendapatkan camaba dengan nilai yang terbaik. Optimistis lebih dari seribu yang mendaftar,” ujarnya.

Sementara itu, pembukaan perdana juga dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa) kemarin. Pendaftaran di jalur mandiri itu dibuka hanya sampai 9 Agustus. Dekan FK Unesa Dr dr Endang Sri Wahjuni MKes menyatakan, tes bakal dilakukan beberapa tahap, yakni tes tulis dan kemudian tes psikologi. ”Jika sudah dinyatakan lolos dari dua tes tersebut, calon mahasiswa bakal menjalani tes kesehatan,” ucapnya. Jika ada calon mahasiswa yang tidak lolos di tes kesehatan, akan digantikan dengan peserta yang nilainya ada di bawahnya.

Proses pengajaran di tahun pertama masih akan didampingi FK Universitas Negeri Jember (Unej). ”Sebenarnya, semua pos mata kuliah sudah diisi dari dosen internal kami. Tapi, sesuai aturannya, tetap harus ada dosen pendamping dari kampus yang sudah memiliki FK duluan,” jelasnya. Sejak awal, mereka sudah didampingi FK Unej. Proses pendampingan dalam pembelajaran dilakukan selama satu sampai dua semester pertama saja.

Kepala Subdirektorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa Sukarmin mengatakan, hingga pukul 18.40 kemarin, sudah ada 42 orang yang mengantongi nomor tes. ”Kalau yang punya akun dan siap daftar sudah 144 nama," ucapnya.

Dekan FK Unesa Dr Endang Sri Wahjuni menyatakan, pihaknya masih bakal memperluas informasi pembukaan ini. ”Meski di hari pertama ini sudah cukup bagus antusiasmenya, kami akan memperluas lagi info lewat kanal-kanal Unesa," tuturnya.

Pihak FK Unesa sendiri tidak memiliki target jumlah pendaftar. Mereka memprediksi pendaftar akan meningkat drastis, terutama saat detik-detik terakhir. ”Trennya memang naik menjelang penutupan," imbuhnya.

Endang menegaskan, bahwa FK Unesa tahun depan bakal mengikuti proses seleksi seperti jurusan lain di Unesa. ”Akan ikut SNBP, UTBK SNBT, dan mandiri juga. Untuk jumlah kuotanya sementara ini masih sama-sama 50, namun dibagi sesuai aturan persentase pembagian jalur," jelas dia. (mia/ayu/dya/c9/oni/riz/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria