Masalah klasik di PDAM adalah air baku. Sejumlah cara dicoba, termasuk segera membangun sumur bor untuk melayani warga di kawasan barat kota.
SEJUMLAH kawasan di Kota Minyak kini mengalami gangguan distribusi air. Terutama, mereka yang berada di daerah dataran tinggi, yang sudah biasa kesulitan mendapat aliran air. Seperti selama ini yang menjadi keluhan warga di Balikpapan Barat.
Ini adalah imbas suplai air baku yang kurang, karena untuk mengirim aliran ke dataran tinggi butuh tekanan air besar.
Mengatasi masalah ini, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berencana membangun sumur bor untuk membantu suplai air baku.
Direktur Teknik PTMB Kohiruddin mengatakan, saat ini rencana pembangunan sumur bor masih dalam proses perizinan. Sebab, setiap kegiatan berkaitan dengan investasi harus mendapat izin dari DPMPTSP. “Termasuk untuk melakukan pengeboran sumur perlu izin dan kini masih berproses,” ucapnya.
Sehingga, untuk realisasi fisik masih menunggu perizinan sumur bor selesai. Dia menjelaskan, sesungguhnya air tanah tidak terlalu banyak dan bersih. Namun, ini menjadi jalan yang paling memungkinkan. Pihaknya belum dapat memprediksi berapa kemampuan sambungan rumah yang terbantu dari kegiatan sumur bor.
Adapun untuk mengetahui berapa banyak bisa membantu aliran, perlu menunggu konstruksi sumur bor selesai. “Nanti dilakukan kegiatan pumping test. Itu baru bisa diketahui menghasilkan berapa liter per detik,” sebutnya. Dia menambahkan, tak semua produksi sumur bor bisa seluruhnya dialirkan kepada pelanggan.
“Jadi, tidak 100 persen hasil pumping test kami bisa ambil. Ada untuk pemulihan air tanah agar menjaga usia sumur,” ungkapnya. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, ada beragam faktor yang membuat distribusi air sempat terhenti. Misalnya, pekerjaan pemasangan pipa gas oleh PGN.
Beberapa kali sempat proyek pemipaan membuat kebocoran pipa distribusi PTMB. Namun, sebagian besar masalah karena pipa sudah berusia 26 tahun dan saatnya harus diganti. Saat ini, masuk dalam perencanaan penggantian pipa. “Kemudian, faktor air baku yang berkurang, semoga dalam bulan ini ada hujan,” ucapnya.
Rahmad meminta maaf jika ada pelayanan belum maksimal. Pihaknya berusaha memberi yang terbaik. Dia mengimbau selama musim kemarau, penggunaan air betul-betul irit dan menampung air apabila ada hujan. “Tetangga kita Samarinda sudah waspada karena Sungai Mahakam surut. Insyaallah Balikpapan debit air aman,” pungkasnya. (ms/k15)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria