Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pendaratan ke Bulan Mungkin Tertunda

izak-Indra Zakaria • Kamis, 10 Agustus 2023 | 15:05 WIB
Photo
Photo

WASHINGTON DC – Keinginan Amerika Serikat (AS) untuk bisa kembali mengirimkan astronot mereka ke bulan mungkin harus tertunda. Itu terjadi karena ada masalah terkait kemajuan SpaceX dalam mengembangkan sistem pendaratan.

Jika sesuai jadwal, seharusnya misi tersebut dilakukan pada Desember 2025. NASA memang bekerja sama dengan SpaceX dalam berbagai misi luar angkasa mereka.

’’Elemen kunci tertentu harus ada, terutama sistem pendaratan yang sedang dikembangkan SpaceX. Jika itu tidak siap tepat waktu, kami mungkin akan menerbangkan misi yang berbeda,’’ ujar Jim Free, associate administrator untuk Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA (Badan Angkasa Luar AS), kepada awak media Selasa (8/8) sebagaimana dikutip AFP.

Pejabat NASA baru-baru ini memang mengunjungi fasilitas Starbase SpaceX di Texas untuk menilai kemajuan dan jadwal perangkat keras untuk peluncuran. Mereka berencana memperbarui informasi ke publik setelah menganalisis secara menyeluruh informasi yang dikumpulkan dari kunjungan ke fasilitas SpaceX tersebut.

Dilansir Agence France-Presse, NASA memiliki serangkaian misi ke bulan lewat program Artemis. Misi pertama adalah Artemis 1 dengan menerbangkan pesawat luar angkasa tanpa awak untuk mengelilingi bulan pada 16 November 2022 dan kembali ke bumi pada 11 Desember di tahun yang sama.

Rencananya, Artemis 2 diluncurkan pada November 2024. Misi tersebut dilakukan untuk menerbangkan pesawat luar angkasa mengelilingi bulan dengan awak di dalamnya. Para astronot tersebut hanya memutari bulan, tidak sampai menginjakkan kaki.

Yang paling ditunggu adalah misi Artemis 3, yaitu kembalinya manusia ke bulan seperti halnya Neil Armstrong dan Edwin ’’Buzz’’ Aldrin lewat Apollo 11 pada 20 Juli 1969. Misi itu rencananya fokus pada kutub selatan bulan untuk menggali pengetahuan terkait sumber daya potensial di satelit bumi tersebut. Misalnya, es yang bisa diubah menjadi bahan bakar roket.

SpaceX yang dipimpin Elon Musk telah memenangi kontrak untuk sistem pendaratan berdasar versi prototipe roket Starship. Roket tersebut masih jauh dari kata siap. Penerbangan uji orbit April lalu berujung pada ledakan dramatis. Padahal, diperlukan beberapa peluncuran yang berhasil sebelum sebuah roket dianggap siap.

Keterlambatan pengembangan sistem pendaratan telah mengakibatkan efek domino yang berdampak pada aspek lain dari persiapan misi. Produsen pakaian luar angkasa membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana pakaian yang mereka buat bisa cocok dengan pesawat ruang angkasa yang akan berangkat dan simulator juga harus dibuat untuk melatih astronot dalam mengoperasikan sistemnya.

Misi Artemis 3 ditunggu-tunggu karena hampir lima dekade belum ada manusia yang menginjakkan kaki di bulan. Sejak Apollo 11, setidaknya ada 12 astronot yang sudah mendarat di bulan. Misi terakhir ke bulan adalah Apollo 17 pada Desember 1972. (sha/c7/ttg)

Editor : izak-Indra Zakaria