BALIKPAPAN–Remaja perempuan berinisial EPI (14), korban jiwa dalam kebakaran di Jalan Yuka, RT 28, Kelurahan Sepinggan, Kamis (24/8), merupakan anak ketiga Umiyati. “Korban anak ketiga dari empat saudara. Umiyati orangtua tunggal. Korban memang mengidap spectrum disorder alias autisme,” ujar Ketua RT 28 Syahrin.
Saat kejadian, diduga korban ditinggal sendirian di rumah. Saat itu ibunya sedang mencari nafkah di pasar tradisional tak jauh dari kediamannya. “Ibunya pekerja keras, kakaknya masih sekolah, kadang bantu juga ke pasar,” ungkapnya. Korban sudah dimakamkan di tempat Pemakaman Umum Prona, sebelum Magrib.
Api yang berkobar satu jam lebih itu menghanguskan tujuh bangunan. Empat rumah rusak berat, satu di antaranya indekos 11 pintu. Kemudian tiga rumah terdampak mengalami rusak ringan. Dari tujuh rumah, ada 15 kepala keluarga. Mereka saat ini tinggal di rumah kerabatnya.
Tim gabungan dari Inafis Satreskrim Polresta Balikpapan dan Opsnal Polsek Balikpapan Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara, Jumat (2/8). Petugas menyisir sejumlah puing-puing kebakaran untuk mencari bukti lain.
Sejumlah puing pun dibawa petugas guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya untuk memastikan penyebab kebakaran. “Puing dari benda yang terbakar di lokasi,” kata Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan AKP Hendri Saragih.
Selain mengambil sejumlah sampel dari puing di lokasi kebakaran, pihaknya telah meminta keterangan saksi. “Ada tiga saksi,” jawabnya. Sementara itu, terkait dugaan sumber api, pihaknya belum bisa memintai keterangan kepada pemilik rumah. Karena saat ini masih dalam kondisi pemulihan akibat musibah tersebut. (ms/k8)
IBRAHIM SAINUDDIN
baimkaltimpost.bpn@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria