KEBERADAAN Gedung H Imdaad Hamid di Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur nantinya dikhususkan untuk penanganan penyakit infeksius airborne diseases.
Dijelaskan Direktur RSKD, dr Edy Iskandar, dengan jumlah empat lantai, Gedung H Imdaad Hamid memiliki kapasitas tempat tidur 125 buah, termasuk lantai 1 dengan fasilitas 15 ruangan ICU modern dengan ruangan lebih luas dari ICU yang dimiliki RSKD, juga dukungan peralatan yang baru dan modern. Untuk 1 kamarnya diisi satu pasien saja.
Apalagi Gedung H Imdaad Hamid berasa di atas lahan seluas 3.952 M2 Dijelaskannya lagi, lantai dasar atau ruang isolas terdiri dari 11 kamar dengan 18 tempat tidur pasien publik dan dua tempat tidur pasien VIP.
Masing-masing kamar dilengkapi barrier atau ruang antara, dengan alat kontrol untuk memastikan ruangan bertekanan negatif.
"Lantai 1 atau ICU dilengkapi power AC dengan 16 titik. Memiliki lampu tidur otomatis, lampu baca, laci meja, tiang infus dan bila terjadi kebocoran O2 alarm dan lampu akan menyala disertai suara," jelasnya.
Terdapat ruang anteru, ruang antara, ruang barrier yang digunakan oleh petugas kesehatan dalam melakukan observasi terhadap pasien.
Sedangkan lantai 2, terdapat layanan perawatan untuk dewasa dan anak.Terdiri dari dua kamar kelas 1, dengan 40 tempat tidur yang diklasifikasikan untuk pasien-pasien out treatment kemoterapi atau radioterapi atau persiapan perbaikan kondisi, untuk pelaksanaan kemoterapi atau radioterapi.
Dan bagian lantai 2 dipergunakan untuk merawat pasien penyakit dalam infeksius. Untuk Lantai 3 atau stroke unit, terdiri dari 20 kamar dengan 37 tempat tidur, 3 untuk VIP utama dan 34 untuk pasien serta ruang gym.
Gedung baru ini akan melayani semua penyakit infeksius dan stroke dari pasien BPJS, seluruh kelas dan memang diperuntukkan memberikan layanan bagi seluruh masyarakat Kaltim dan termasuk pertama di Kaltim untuk unit layanan stroke.(*/day)
Editor : izak-Indra Zakaria