Program andalan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk menampung aspirasi masyarakat secara langsung melalui dialog interaktif bertajuk Jumat Curhat Kapolda di seluruh wilayah Hukum di Indonesia termasuk di Kaltim, khususnya kota Balikpapan terus berlanjut.
Jumat (25/8), bertempat disebuah warung kopi di kawasan Jalan Marsma Iswahyudi (Gunung Bakaran), Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan Jumat Curhat Kapolda Kaltim, Irjen Pol Imam Sugianto mendapat antusias dari masyarakat diwilayah itu. Beberapa hal menarik disuarakan beberapa warga terkait dengan fungsi anggota kepolisian dalam menangani perkara serta sorotan warga terkait dengan tugas oknum anggota yang di duga menyimpang.
“Maaf pak, kok banyak polisi di perusahaan seolah ngepam, apa boleh ?. Sudah sejauh mana sosial terkait Kamtibmas,bahaya laten narkoba terhadap masyarakat? Kemudian mohon pencerahan terkait peran serta Brimob, jika ada demo di salah satu perusahaan, karena dimata masyarakat terkesan lebih melindungi perusahaan apa karena dibayar?, ” ungkap Umar Faruqi salah satu tokoh masyarakat di Balikpapan.
Menjawab lontaran pertanyaan warga tersebut, Dansat Brimob, Kombes Pol Andy Rifai menjelaskan bahwa penempatan anggota Brimob di perusahaan memiliki alasan khusus, yaitu untuk merespons situasi genting secara cepat dalam skenario-skenario darurat di lokasi yang berjauhan.
Lainnya, Dir Binmas, Kombes Pol Yulianto Anggie Putro turut memberikan gambaran lengkap mengenai peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat, sementara Ps.Kasat PJR, Kompol Laode juga memaparkan terkait dengan kegiatan pengawalan seperti ambulance yang ternyata hanya boleh dilakukan oleh aparat kepolisian.
Sementara itu, pada penghujung kegiatan tersebut, Kombes Pol Andy Rifai mengharapkan "Jum'at Curhat" bukan hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbicara, tetapi juga menjadi platform bagi aparat kepolisian untuk mendengarkan aspirasi, kebutuhan, serta keprihatinan masyarakat secara lebih mendalam.
Di samping itu, acara ini juga menggambarkan semangat kolaborasi antara polisi dan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan, sambil memperkuat sinergi yang erat guna mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Diharapkan, "Jum'at Curhat" semakin menjadi momentum yang berkelanjutan untuk menjalin dialog konstruktif dan membangun kedekatan yang lebih baik antara pihak kepolisian dan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (day/han)
Editor : izak-Indra Zakaria