Oleh: Elvina
Guru SD 016 Sungai Pinang Samarinda
Pesatnya perkembangan teknologi pada era saat ini mengharuskan seorang pendidik untuk terus beradaptasi dengan tren pembelajaran kreatif dan modern. Hal itu bertujuan proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) bisa selalu relevan dengan karakteristik peserta didik dan bisa efektif.
GENERARI Z saat ini umumnya menyukai sesuatu hal yang kreatif, praktis, dan menyenangkan dalam berbagai aktivitas, termasuk ketika belajar. Contoh penerapannya seperti pembelajaran berbasis proyek, studi dan praktik lapangan, serta tentunya berbasis permainan.
Berkaitan dengan pembelajaran berbasis permainan, dapat diartikan sebagai metode pembelajaran menggunakan permainan, yang bertujuan membantu memudahkan proses pembelajaran, membuat pembelajaran menjadi menarik, bahkan bisa meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Ada beberapa karakteristik pembelajaran berbasis permainan, seperti menarik dan asyik. Pembelajaran berbasis permainan mampu membuat siswa memahami materi, serta mencapai tujuan pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Dengan permainan siswa juga bisa mengetahui bentuk aplikatif suatu konsep dan materi.
Kemudian berdasarkan pengalaman. Peserta didik tidak harus diarahkan dan dilatih dalam memainkan game dan memahami isi dari gim. Melalui permainan, peserta didik akan memahami dengan sendirinya melalui proses trial and error, sehingga ketika mengalami kegagalan akan mencoba lagi dengan strategi dan cara yang berbeda, dalam mencapai tujuan atau misi.
Karakter selanjutnya ada tantangan yang bisa disesuaikan. Karakteristik game based learning (GBL) umumnya memiliki tingkatan tantangan yang berbeda-beda, mulai yang mudah sampai sulit. Umumnya permainan menggunakan level bisa ditemui pada jenis video game. Siswa dapat menyesuaikan level dan tingkat kesulitan sesuai dengan pemahaman dan kemampuannya. Mulai yang mudah dan kemudian tingkatkan tantangan pada level lebih tinggi jika telah berhasil.
Selanjutnya interaktif dan umpan balik. GBL memungkinkan terjadinya proses interaksi antara sesama murid, dan antara murid dengan permainan secara interaktif. Misalnya dengan strategi, keputusan, dan tindakan yang dipilih dalam permainan akan menentukan proses dan hasil permainan itu sendiri. Sementara berkaitan dengan umpan balik (feedback), metode pembelajaran berbasis permainan siswa bisa melakukan refleksi dan menarik kesimpulan dari hasil tindakan yang dibuat dalam permainan. Dengan adanya umpan balik, membuat peserta didik bisa mengetahui dampak dari tindakan yang dilakukan, serta bisa belajar dari kekeliruan atau kegagalan.
Metode pembelajaran berbasis permainan juga sosial dan kerja sama. GBL diharapkan bisa membangun komunikasi dan kerja sama di antara para siswa. Dengan adanya kolaborasi secara intens, diharapkan melatih kemampuan sosial peserta didik.
Hal lain yang juga harus diperhatikan yakni kelebihan dan kekurangan GBL. Kelebihannya membuat siswa menjadi aktif dan kritis. Kemudian adanya interaksi dan peran langsung dalam pembelajaran. Guru dapat mengevaluasi secara langsung pada saat permainan. Pemahaman lebih berkesan dan bertahan lama dalam ingatan siswa. Kemudian menumbuhkan rasa nyaman, menyenangkan, dan semangat dalam diri siswa.
Namun, kekurangannya yakni membutuhkan alat dan media tambahan, suasana kelas sering menjadi tidak kondusif, membutuhkan waktu pembelajaran yang relatif banyak, dan setting pembelajaran perlu dipersiapkan dengan matang.
Sementara itu, berkaitan dengan jenis pembelajaran permainan sudah dijelaskan, terdiri dari yang berbasis konvensional dan video gim. Saat ini yang paling banyak digunakan adalah yang berbasis video game. Sebagai pendidik tentu saja perlu mengetahui dan memperbanyak referensi mengenai berbagai contoh gim yang bisa dipakai untuk menunjang pembelajaran.
Berikut ada beberapa rekomendasi permainan berbasis video gim (website dan mobile) yang cocok untuk menunjang proses KBM, baik sebagai perangkat utama atau sebagai pelengkap dalam proses KBM. (pms/dra/k8)