Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

IKN Akan Dilengkapi Taman Safari

izak-Indra Zakaria • Senin, 25 September 2023 | 23:00 WIB
Photo
Photo

 BALIKPAPAN-Tahap satu peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek investasi swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN) rampung dilaksanakan Presiden Joko Widodo, pekan lalu. Tak berhenti di situ, pada November nanti, pemerintah menjanjikan kembali dilakukan groundbreaking tahap dua. Presiden berharap, investasi swasta dari dalam negeri menjadi katalis positif dalam mendorong geliat investasi di IKN agar semakin ramai ke depannya.

Untuk diketahui, mengawali kunjungannya di IKN pada Kamis (21/9) lalu, presiden melakukan groundbreaking pembangunan Hotel Nusantara. Hotel pertama yang dibangun di kawasan IKN itu, merupakan hotel berbintang lima dengan nilai investasi sekitar Rp 20 triliun. Keesokan harinya, Jumat (22/9), presiden meresmikan pembangunan pusat latihan atau training center sepak bola milik PSSI yang pendanaannya didukung Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebesar Rp 85,6 miliar.

Di hari yang sama, presiden melanjutkan agenda groundbreaking pembangunan Rumah Sakit Abdi Waluyo senilai Rp 2 triliun. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit pertama yang akan dibangun di kawasan IKN. Nantinya, Rumah Sakit Abdi Waluyo akan memiliki sekitar 400 kamar perawatan dan melayani perawatan subspesialis. Menutup kunjungannya, pada Sabtu (23/9), presiden melanjutkan groundbreaking Hotel Vasanta. Sekaligus mencatatkan ada dua hotel yang saat ini sedang dibangun di kawasan IKN.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para investor yang telah menanamkan modalnya. Saya rasa, mereka menanamkan modalnya di sini sudah melalui kalkulasi yang matang, karena ini bukan investasi sia-sia, pasti mereka mau untung,” kata presiden pada groundbreaking Hotel Vasanta. “Kita hanya ingin menyampaikan kepada dunia usaha bahwa pembangunan di Ibu Kota Nusantara ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi dunia usaha juga sudah masuk,” ujarnya.

Presiden pun meminta agar setiap bulan dilakukan prosesi peletakan batu pertama untuk berbagai proyek di IKN. “Setiap bulan, harus ada groundbreaking berikutnya dan saya akan datang ke sini setiap bulan, dan jadwalnya memang sudah ada di kepala Otorita (IKN),” ungkapnya. Dengan adanya berbagai peletakan batu pertama tersebut, dia berharap akan menjadi motor percepatan pembangunan IKN.

Mantan wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta itu juga berharap akan makin banyak fasilitas dan infrastruktur yang dibangun di IKN. Baik hotel, rumah sakit, universitas, hingga taman safari. “Tadi malam, juga kita bicara untuk taman safari dan lain-lain akan segera dimulai di Ibu Kota Nusantara,” imbuhnya. Sembari masuknya investasi swasta di IKN, pembangunan sejumlah infrastruktur yang didanai pemerintah melalui APBN juga terus berlanjut.

Salah satunya, proyek Bandara VVIP Nusantara. Dalam kunjungannya ke lokasi proyek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, lokasi pembangunan bandara VVIP di IKN telah ditetapkan dan memasuki finalisasi gambar dan akan memulai proses tender. "Kita rencanakan 1 November 2023 sudah mulai konstruksi dan diharapkan selesai pertengahan Juli 2024," ujarnya. Lebih lanjut menhub menjelaskan, Bandara VVIP IKN memiliki runway 3.000 x 45 meter dan mampu didarati pesawat berbadan besar jenis Boeing 777-300 ER dan Airbus A380.

Kapasitas apron Bandara VVIP mampu menampung 3 pesawat berbadan besar ditambah 1 pesawat berbadan kecil; atau 7 pesawat berbadan kecil, serta kapasitas helipad menampung 3 helikopter. “Beberapa hal yang menjadi catatan dari Bapak Presiden Jokowi terkait Bandara VVIP ini, yaitu memadukan unsur kearifan lokal dan modern, serta harus ramah lingkungan. Dalam membangun bandara, kita tidak perlu melakukan cut and fill sehingga gunung, danau, dan alam sekitar masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Menhub menegaskan, IKN adalah kota masa depan yang akan menjadi contoh kota-kota lain di Indonesia. Oleh karenanya, aksesibilitas dan konektivitas antar-titik harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. “Bandara terletak sekitar 15 kilometer dari pusat IKN dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit,” tuturnya. Terminal Bandara VVIP IKN dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi, dengan luas area VVIP sekitar 1.500 meter persegi.

Unsur kearifan lokal yang ditonjolkan dalam desain terminal bandara di antaranya nuansa rumah panjang, burung rangkok, dan lukisan garis lengkung khas Kalimantan. Rumah panjang merupakan rumah khas suku Dayak dan akan ditonjolkan pada bangunan bandara dan pelabuhan. Kedua, burung rangkong merupakan burung endemik khas Kalimantan. Ketiga, lukisan atau garis-garis melengkung khas Kalimantan yang akan ditampilkan secara modern pada bandara dan pelabuhan.

Berdasarkan rencana tata ruang, terminal bandara VVIP di antaranya terdiri dari terminal VVIP, terminal VIP, pos pemeriksaan sisi udara, meteorologi, gardu PLN, menara ATC.

Selain mengecek progres pembangunan Bandara VVIP, menhub juga meninjau bakal lokasi pembangunan pelabuhan wisata di IKN, yang diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang menampilkan keindahan alamnya. Menhub menjelaskan, aspek lingkungan menjadi perhatian menjadi perhatian dalam membangun pelabuhan. "Sejumlah daerah di Kalimantan, kota yang memiliki banyak air dan mangrove, kita akan bangun satu pelabuhan wisata yang bisa mempertontonkan atau menunjukkan wisata alam Balikpapan, sama indahnya dengan destinasi yang lain," sebutnya. (riz2/k15)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara