Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Beras Impor Naik, Warga Malaysia Panic Buying

izak-Indra Zakaria • 2023-10-04 17:40:37
KRISIS PANGAN: Seorang pekerja mengatur karung beras di pasar grosir di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Harga beras impor di Malaysia sedang melonjak. (AFP)
KRISIS PANGAN: Seorang pekerja mengatur karung beras di pasar grosir di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Harga beras impor di Malaysia sedang melonjak. (AFP)

 Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim melontarkan peringatan keras. Dia akan memproses hukum siapa pun yang berani menimbun beras. Pernyataan itu keluar menyusul harga beras di negeri jiran yang terus melonjak.

’’Kalau ada yang berani mengambil keuntungan saat masyarakat kesulitan mencari beras, Anda menimbun maka kami akan temukan Anda, menuntut Anda, dan membawa Anda ke pengadilan,’’ ujar Anwar pada Senin (2/10) malam, seperti dikutip Malay Mail.

Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan pun diminta meningkatkan penegakan hukum dan pemantauan. Mulai kemarin (3/10), pihak berwenang meningkatkan pengawasan terhadap pedagang grosir dan toko beras untuk memastikan tidak ada penimbunan beras lokal. Sampel beras juga diambil untuk memastikan penjual tidak mengemas ulang beras lokal sebagai beras impor atau mencampurnya demi mendapat keuntungan lebih tinggi.  

Malaysia mengimpor sekitar 38 persen dari kebutuhan beras. Negara berpenduduk lebih dari 32 juta jiwa itu menjadi salah satu yang merasakan dampak pembatasan ekspor oleh produsen beras terkemuka, salah satunya India. Pembatasan itu memicu panic buying oleh konsumen. Harga pun terus melambung.

Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia Mohamad Sabu menyatakan, saat ini Malaysia tidak kekurangan beras. Stoknya masih cukup. Namun, karena harga beras putih impor meningkat dalam sebulan terakhir, penduduk berbondong-bondong membeli beras varietas lokal yang lebih murah.

Harga jual beras lokal diatur oleh pemerintah sehingga harganya relatif stabil. Beras produksi lokal Malaysia dibatasi pada harga MYR 2,60 (Rp 8.585) per kilogram. Per 1 September lalu, importir tunggal Padiberas Nasional Berhad menaikkan harga beras putih impor sebesar 36 persen. Hal itu mendorong banyak penduduk Malaysia untuk beralih dari beras impor ke beras lokal yang lebih murah.

Tapi, karena banyak warga yang menimbun, beras lokal belakangan sulit dicari di pasaran. Dalam beberapa foto dan video yang diunggah ke medsos, rak-rak beras di berbagai supermarket tampak kosong karena diborong pembeli. 

Senin (2/10), pemerintah Malaysia mengucurkan subsidi MYR 950 (Rp 3,1 juta) per ton beras putih impor di Negara Bagian Sabah dan Sarawak. Program itu dimulai 5 Oktober nanti. Kebijakan tersebut diharapkan bisa menekan harga beras di wilayah itu.

Anwar mengatakan, hampir MYR 400 juta (Rp 1,3 triliun) subsidi akan disalurkan ke fasilitas pemerintah seperti kamp militer, polisi, dan asrama sekolah untuk membeli beras impor. 

Mohamad Sabu menambahkan, pemerintah meningkatkan distribusi ke wilayah pedesaan untuk mengatasi masalah pasokan yang dipicu kenaikan harga beras impor. Dia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli beras sesuai kebutuhan.

Kenaikan harga beras impor tak bisa dihindari setelah 19 negara penghasil beras membatasi ekspor untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Hari ini (4/10), para menteri pertanian dan kehutanan Asia Tenggara diagendakan bertemu. Salah satu pembahasannya adalah krisis beras dan ketahanan pangan. (sha/c18/hud)

Editor : izak-Indra Zakaria