Baru-baru ini viral seorang wanita yang diduga mengidap mental issue Hoarding Disorder di media sosial.
Dalam video TikTok akun @martasiahaan98 yang diupload pada Kamis (5/10), tampak seorang wanita yang masih muda tinggal di dalam kamar kos yang sangat berantakan, diduga mengalami Hoarding Disorder.
Pada awalnya, warganet bertanya-tanya mengapa ada seorang wanita yang betah tinggal di dalam kamar yang sangat berantakan, dengan barang-barang yang menumpuk.
Dalam komentar video tersebut, beberapa warganet mengatakan bahwa, apa yang dialami wanita dalam video tersebut seperti gejala gangguan mental Hoarding Disorder.
Dilansir dari berbagai sumber, Hoarding Disorder adalah gangguan kesehatan mental dimana seseorang gemar menimbun barang yang tidak berharga ataupun yang berharga.
Barang-barang yang ditimbun biasanya perlengkapan rumah tangga, koran, plastik, bahkan pakaian yang sudah kotor dan rusak, sehingga ruangan terasa sempit dan berantakan.
Jenis-Jenis Hoarding Disorder
Hoarding Disorder yang dialami oleh setiap orang bisa berbeda-beda. Beberapa orang mungkin mengalami jenis tertentu, sedangkan yang lain memiliki jenis yang lain.
· Compulsive shopping, yaitu gangguan kesehatan mental dimana seseorang memiliki dorongan untuk selalu belanja barang-barang yang tidak dibutuhkan.
· Object hoarding, yaitu gangguan kesehatan mental dimana penderita suka menimbun barang-barang tertentu yang dianggap berguna di kemudian hari atau mengingatkan suatu peristiwa, tapi di mata orang lain barang itu seperti sampah.
· Animal hoarding, yaitu gangguan mental dimana seseorang mengumpulkan banyak hewan sebagai peliharaan, tapi lebih banyak daripada yang bisa dirawat olehnya.
· Object hoarding, yaitu gangguan kesehatan mental dimana penderita suka menimbun barang-barang tertentu yang dianggap berguna di kemudian hari atau mengingatkan suatu peristiwa, tapi di mata orang lain barang itu seperti sampah.
· Animal hoarding, yaitu gangguan mental dimana seseorang mengumpulkan banyak hewan sebagai peliharaan, tapi lebih banyak daripada yang bisa dirawat olehnya.
Hoarding Disorder Akut
Pada tahap tertentu Hoarding Disorder tidak berbahaya, tapi pengidap mental issue ini harus segera ke dokter, psikiater, atau psikolog jika menunjukkan gejala berikut:
· Jika sudah kronis, seperti merasa sulit membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
· Cemas ketika mau membuang barang yang tidak diperlukan.
· Merasa cemas dan malu yang berat.
· Mengisolasi diri dari kehidupan sosial.
· Melarang orang lain membersihkan ruangan atau rumahnya.
· Sulit mengambil keputusan.
· Menimbun barang-barang dari luar rumah.
Cara Menangani Hoarding Disorder
Kebanyakan orang biasanya tidak menyadari kalau dirinya mengalami Hoarding Disorder, sehingga tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan, karena kurangnya wawasan tentang mental issu ini atau malu. Adapun penanganan yang bisa ditempuh adalah:
· Psikoterapi
Melalui pengobatan ini, dokter akan mengajak penderita untuk berdiskusi agar ia dapat mengubah cara berpikir dan membuat keputusan yang tepat tentang barang-barangnya.
Pada tahap ini, kerja sama keluarga dan lingkungan penderita memiliki peran yang sangat penting.
· Obat-obatan
Dokter biasanya dapat meresepkan obat-obatan jika pasien membutuhkannya. Jenis obat-obatan yang biasa dokter resepkan berupa antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor atau SSRI.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria