Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Enggan “Koar-Koar” Relokasi, Ingin Pedagang Pasar Pagi Mendukung

izak-Indra Zakaria • Jumat, 13 Oktober 2023 | 14:11 WIB
PERSIAPAN: Marnabas Patiroy menunjukkan dokumen DED revitalisasi Pasar Pagi yang masih tahap finalisasi sebelum dilaporkan ke wali kota, Kamis (12/10).
PERSIAPAN: Marnabas Patiroy menunjukkan dokumen DED revitalisasi Pasar Pagi yang masih tahap finalisasi sebelum dilaporkan ke wali kota, Kamis (12/10).

Rencana pemkot untuk merevitalisasi Pasar Pagi kian matang. Saat ini Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda tengah memfinalisasi detail engineering design (DED) pasar tersebut.

 

SAMARINDA–Rencananya dalam beberapa pekan ke depan akan dipresentasikan ke Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Tidak hanya itu, pendataan bagi pedagang terus dilakukan, serta mencari lokasi yang pas untuk relokasi pedagang selama pembangunan.

Kepala Disdag Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, dirinya tidak ingin ada polemik terhadap rencana pembangunan ulang pasar tersebut. Pasalnya, pemkot memiliki niat pembangunan ulang pasar yang dibangun sekitar 1960-an itu. “Mumpung anggaran pemkot sedang sehat. Adanya keinginan wali kota yang didasari permintaan pedagang merevitalisasi pasar tersebut. Makanya persiapan terus dimatangkan,” ucapanya, Kamis (12/10).

Dia tidak banyak berkomentar terkait “suara sumbang” ada permintaan penundaan pembangunan pasar hingga pertengahan 2024, atau meminta pasar sekadar direhabilitasi. Karena secara kasatmata, bangunan yang ada saat ini disebutnya sangat tidak layak. “Beberapa tahun kami selalu mengalokasikan anggaran rehabilitasi. Namun, tidak cukup membuat pasar itu layak,” ucapnya.

Dia meminta warga menilai dari interior bagian dalam, lantai, dinding, plafon hingga atap yang ada saat ini layak atau tidak. Serta pencahayaan dan sirkulasi udara yang kurang baik. Belum lagi dari sisi kesemrawutan jaringan listrik. “Makanya kami tata, bangunan pasar baru sekitar 1 hektare dengan bangunana empat lantai. Nanti akan dibuatkan zonasi pedagang, bahkan di lantai atas bangunan empat lantai akan ditempatkan food court agar pengunjung nyaman berbelanja,” jelasnya. “Kami harus memikirkan bagaimana pedagang bisa nyaman berjualan, serta pengunjung juga betah berlama-lama di pasar, harapannya semakin banyak berbelanja juga,” sambungnya.

Mengenai pendataan, saat ini diakuinya mencapai 95 persen. Sebanyak 2.852 pedagang masuk dalam pencatatan. Itu terjadi kenaikan dari awal Oktober lalu sekitar 2.800 pedangang. “Sebelumnya pedagang yang berjualan di tangga tidak terdata. Namun, atas perintah wali kota, semua pedagang yang memegang surat keterangan tempat usaha berjualan (SKTUB) dicatat. Karena pemerintah tidak ingin membuat susah pedagang, disiapkan tempat yang layak,” ucapnya.

Termasuk rencana titik relokasi. Beberapa opsi masih terus disiapkan. Bahwa progresnya terlihat setelah DED dipresentasikan ke wali kota yang dijadwalkan pertengahan Oktober. “Karena ada beberapa tempat yang jadi opsi, ternyata sudah disewa beberapa pengusaha. Itu potensi pemkot menyewa ke pihak ketiga. Makanya untuk tempat relokasi sementara belum dipublikasikan sepanjang desain pasar dinyatakan final,” tutupnya. (dra)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria