Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Peluang Produksi Minyak Atsiri

izak-Indra Zakaria • 2023-10-17 10:16:02
Photo
Photo

Tentang Penulis:

Wigata Ritma Murti, SPd

Pengajar Kimia di SMA 1 Nunukan-Kaltara. Selain mengajar, juga menulis dan sudah menghasilkan 3 buku solo kumpulan cerpen dan puisi, serta 9 Buku antologi bersama penulis lain.

=======

 

 

INDONESIA adalah negara tropis yang terkenal dengan keanekaragaman tanaman dari Sabang sampai Merauke. Ini salah satu produk yang dihasilkan tumbuhan atau tanaman selain buah dan bunga.

Minyak atsiri (essential oil) yang banyak manfaatnya dan dapat digunakan di berbagai bidang Industri. Minyak atsiri atau dikenal juga sebagai minyak eterik, minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang, namun mudah menguap.

Sehingga, memberikan aroma khas. Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman. Yaitu  daun, bunga, buah, biji, batang, kulit dan akar.

Untuk memperoleh minyak atsiri digunakan alat laboratorium dan proses produksi dapat ditempuh dengan 3 cara. Yaitu pengempaan (pressing), ekstraksi menggunakan pelarut (solvent extraction) dan penyulingan (distillation).

Namun di antara ketiga cara tersebut penyulingan merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri. Penyulingan yang dimaksud adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap bahan.

Dalam penyulingan campuran zat didihkan sehingga menguap. Uap itu kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan yang berupa minyak atsiri.

Manfaat minyak atsiri di samping sebagai pengusir nyamuk dan pewangi ruangan juga memiliki beberapa manfaat lain. Antara lain, membantu pasien penyakit jantung, meningkatkan kualitas tidur bagi yang mengalami gangguan tidur dan insomnia, meningkatkan daya ingat, mengurangi stress dan depresi, mengatasi sakit kepala dan migrain dan mengurangi inflamasi.

Inflamasi yaitu peradangan yang merupakan mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing. Seperti virus, bakteri, dan jamur. Cara menggunakan minyak atsiri bisa dihirup atau dioleskan ke tubuh.

Namun jika kita memiliki riwayat alergi, eksim, atau memiliki kulit sensitif sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter untuk memastikan keamanannya. Penggunaannya terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak juga perlu diperhatikan karena efeknya pada kondisi tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.

Pengolahan minyak atsiri dapat dilakukan oleh industri kecil sampai industri besar. Karena permintaan minyak atsiri Indonesia sangatlah besar maka ini adalah suatu peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik. Sejumlah negara di Eropa memerlukan minyak atsiri untuk produsen obat dan kosmetik.

Semua bahannya terkandung pada tanaman di Indonesia. Sejak tahun 1975 minyak daun cengkeh, minyak cendana, jahe, lada dan pala sudah mulai diekspor. Tentunya kesempatan tersebut adalah anugerah  bagi petani yang menanam tanaman yang mengandung minyak atsiri dan juga peluang bagi wirausaha yang bergerak di bidang industri minyak atsiri tersebut.

Pergerakan ekonomi pasti akan berputar dan hal ini bisa meningkatkan perekonomian petani dan orang-orang yang bergerak di bidang minyak atsiri. Sehingga lapangan pekerjaan pun terbuka luas bagi para penerus bangsa yang mau mengembangkan dan menghidupkan kembali gerakan menanam tanaman yang menghasilkan minyak atsiri tersebut.

Akankah kita hanya diam saja tanpa bergerak untuk melestarikan tanaman khas Indonesia yang ternyata sangat diminati kandungan minyak atsirinya di Negara luar sana. Tapi tentunya perlu juga bantuan dari para ahli untuk mengembangkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan mutu dari minyak atsiri yang dihasilkan, agar memenuhi permintaan pasar. (*/kri)

 

           

Editor : izak-Indra Zakaria