Pihak berwenang Kenya menangkap dua orang yang menyamar sebagai pengacara dalam beberapa hari terakhir. Termasuk satu orang yang meraih kemenangan beruntun di ruang sidang, setelah diduga mencuri identitas seorang pengacara sungguhan.
Pengacara palsu pertama, yang menggunakan nama pengacara asli Brian Mwenda, telah memenangkan semua 26 kasus yang ditanganinya di berbagai ruang sidang. The Nigerian Tribune melaporkan pada hari Jumat (13/10), ketika menyamar sebagai Advokat Pengadilan Tinggi Kenya, dirinya memenangkan berbagai kasus meskipun ia tidak terlatih.
Tim Gerak Cepat Masyarakat Hukum Kenya Cabang Nairobi, Kenya menangkap pengacara penipu tersebut, setelah mereka menerima informasi bahwa dia tidak memiliki lisensi hukum.
"Telah menjadi perhatian LSK Cabang Nairobi, melalui Tim Reaksi Cepat (RAT), bahwa pria tersebut telah mengaku dan bertindak sebagai Advokat Pengadilan Tinggi Kenya dan anggota LSK Cabang Nairobi," tulis grup tersebut pada hari Jumat (13/10).
"Mwenda," yang nama aslinya tidak diungkap, telah mendapat status pahlawan rakyat di beberapa sudut negara Afrika Timur tersebut. Ini terjadi setelah liputan mengenai tipu muslihatnya menimbulkan berbagai macam reaksi, mulai dari kemarahan hingga hiburan.
Organisasi Pusat Serikat Buruh Kenya dikabarkan memuji sang penipu sebagai "pemikir muda yang brilian," yang telah berhasil tanpa kualifikasi tradisional.
Mike Sonko, mantan gubernur Nairobi yang dicopot dari jabatannya setelah terjerat kasus korupsi, juga memberikan dukungannya kepada pelaku penipuan dan mengunggah sebuah video bersama si penipu.
Dalam video tersebut, Sonko menyebut para pengkritik pengacara palsu yang dituduh sebagai nincompoops (bodoh), dan mengatakan bahwa dia tidak pernah membunuh siapa pun, ia bukan teroris.
Sonko kemudian memberikan kesempatan kepada tersangka penipu tersebut untuk berbicara kepada publik.
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya, kepada orang-orang yang mendukung dan mendoakan saya. Dengan berjalannya waktu, saya akan dapat meluruskan kesalahpahaman ini," ujar pengacara yang dituduh sebagai pengacara palsu tersebut, sambil mengenakan setelan bisnis.
"Saya juga akan dapat memberikan pernyataan, bahwa saya tidak bersalah dan memberikan konteks yang sebenarnya."
Pada hari Senin (16/10), LSK Cabang Nairobi mengungkapkan di X bahwa mereka telah menangkap seorang, penipu terkenal, dan dukun yang juga berpraktik sebagai pengacara tanpa izin.
Pihak berwenang mengatakan, Sharon Atieno Adunya diduga mencuri identitas pengacara asli Sharon Atieno Obade, menggunakan kemiripan rupa dengan wanita tersebut untuk mewakili dirinya sendiri di pengadilan dan dalam tugas kesehariannya. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria