Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

SPBU Palaran Langgar Edaran

izak-Indra Zakaria • 2023-10-26 10:11:56
IST/RAMA SIHOTANG/KP DIPERIKSA: Salah satu operator di SPBU Palaran yang terindikasi melayani pengetap menjalani pemeriksaan polisi di Polsek Palaran.
IST/RAMA SIHOTANG/KP DIPERIKSA: Salah satu operator di SPBU Palaran yang terindikasi melayani pengetap menjalani pemeriksaan polisi di Polsek Palaran.

Pengetap sangat meresahkan. Imbasnya, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kerap kehabisan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Viral aktivitas pengetap di Palaran membuat polisi turut menelusuri.

 

SAMARINDA–Maraknya pengetap di SPBU Palaran, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, menguak beberapa temuan terbaru.

Selain aktivitas oknum warga yang memanfaatkan kelengahan aparat penegak hukum, dugaan kuat operator melanggar Surat Edaran Wali Kota Samarinda No 530/0807/10005 tentang Ketentuan Pendistribusian BBM Bersubsidi. Seperti yang dijelaskan Area Manager Communications, Relations and CSR Patra Niaga Kalimantan Arya Yusa Dwicandra. Kendaraan pribadi roda dua hanya diperbolehkan mengisi pertalite Rp 50 ribu per hari. “Jika memang nantinya terbukti adanya pelanggaran dari manajemen SPBU, tentu Patra Niaga akan memberikan sanksi bersifat administratif. Mulai surat teguran atau pengurangan suplai. Jika melakukan pelanggaran berat bisa dilakukan pemutusan hubungan usaha (PHU). Atau sanksi hukum dari kepolisian jika memang terbukti melanggar aturan pemerintah daerah tersebut,” ungkapnya.

Peran Patra Niaga merupakan mitra kerja sama dari SPBU terutama yang dimiliki swasta. “Kami memiliki tanggung jawab terhadap distribusi BBM dari terminal BBM hingga SPBU, dan tanggung jawab keberlangsungan distribusi dari SPBU kepada konsumen, khususnya BBM bersubsidi,” ujarnya. 

        Terpisah, saat dikonfirmasi kemarin (25/10),

Kapolsek Palaran Kompol Zarma Putra menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa dua operator, yakni Surya dan Junaidi. “Pengakuan mereka (operator SPBU) tidak melayani pengisian berulang," tuturnya.

Penjelasan operator saat diperiksa, motor yang hendak mengisi BBM dapat membeli hingga Rp 100 ribu, karena batas nominal mesin electronic data capture (EDC) hingga Rp 100 ribu per motor. Hal itu tak sejalan dengan edaran wali kota. Pihaknya juga masih akan memanggil pengawas SPBU. "Kami akan minta keterangan pengawasnya lagi, rencananya besok (hari ini)," sambungnya.

Disinggung apakah nantinya dilakukan pengecekan closed circuit television (CCTV), pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan pengawas SPBU. Soal penelusuran yang diduga kuat jadi tempat melansirnya BBM, perwira berpangkat melati satu itu menegaskan sudah dilakukan.

"Nihil. Di sana hanya terdapat gubuk kosong. Sedangkan motor-motor atau jeriken juga tidak ditemukan. Termasuk meminta penjelasan ke warga sekitar, namun tak banyak yang bisa diketahui,” imbuhnya. Dia juga menegaskan bahwa operator tak menerima atau meminta imbalan dari motor yang mengisi lebih.

Sebelumnya, motor dengan tangki “gemuk” keluar dari SPBU di Palaran, yang teregistrasi bernomor 64.752 03. Pengemudi tersebut menyeberang ke Jalan Mangkujenang. Pengemudi tersebut mengarah ke sebuah bangunan menyerupai pos keamanan.

Ternyata bukan hanya satu, motor-motor dengan tangki modifikasi berjejer rapi, lengkap dengan beberapa orang yang diduga oknum pengetap. Indikasi penyalahgunaan itu terekam lewat video yang tersebar di media sosial. Video berdurasi cukup panjang itu cukup menggemparkan. Video yang terdiri dari beberapa bagian itu, merekam aktivitas pengetap.

Gambar bergerak itu diambil menggunakan kamera ponsel sekitar pukul 11.00 Wita. Meski sekilas tidak ada yang aneh, warga yang merekam motor bertangki besar hasil modifikasi itu menyebut, motor tersebut satu di antara sekian banyak pengetap BBM jenis pertalite, yang mondar-mandir mengisi pertalite di SPBU tersebut.

Tempat yang menyerupai pos keamanan itu diduga kuat juga lokasi melansir BBM (pertalite) dari tangki ke jeriken. Secara diam-diam dan dari kejauhan dalam video tersebut, warga juga merekam sejumlah orang yang diduga pengetap sedang berkumpul di sebuah bangunan. (dra/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria