Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Saatnya yang Muda Bermunculan

izak-Indra Zakaria • 2023-10-28 22:46:12
Nabil Husein
Nabil Husein

Kaum muda biasanya tak lepas dari aktivitas olahraga. Banyak sosok yang kemudian menjadi besar dari panggung tersebut. Sebut saja Nabil Husein Said Amin, yang kesohor sebagai presiden klub sepak bola kebanggaan warga Samarinda, Borneo FC.

Nabil Husein berada di antara sederet pemuda yang akan mengadu nasib di panggung politik 2024 ini. Ketimbang nama lainnya di jajaran pendatang baru, kader muda NasDem Kaltim itu tergolong punya lebih banyak pengalaman di panggung nasional.

Itu tidak lepas dari statusnya sebagai presiden Borneo FC, salah satu klub sepak bola profesional di negeri ini. Terlebih musim ini, tim yang dia bangun pada 2014 itu sedang mencuri perhatian dengan keberhasilan bertahan di puncak klasemen sementara Liga 1 2023/2024, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Setelah bertahun-tahun mengelola klub sepak bola yang menjadi impiannya sejak kecil, kini Nabil ingin memacu diri untuk berkembang ke tahap berikutnya. Yakni berkontribusi untuk negara melalui jalur legislatif.

“Jadi kehadiran saya sekaligus mengajak dan membuka mata pemuda agar bisa mengambil peran dalam pembangunan di negeri ini, salah satunya melalui jalur legislatif,” jelas calon anggota legislatif untuk DPR RI daerah pemilihan Kaltim itu.

Nabil tak memungkiri, tokoh muda kerap dipandang sebelah mata. Dianggap minim pengalaman. Tetapi, baginya kini, hal tersebut tidak lagi relevan. “Kita sudah melihat banyak contoh, banyak daerah yang dipimpin pemuda. Bahkan ada ketua umum pengurus pusat partai yang dipimpin anak muda,” terang pengusaha asli Samarinda tersebut. “Ini soal zaman. Memang sudah saatnya yang muda bermunculan,” jelas pria 29 tahun itu.

Kendati demikian, dirinya tidak bermaksud mengesampingkan sosok para tokoh politik senior. Bagaimanapun, apa yang sudah terbangun saat ini, tidak lepas dari peran para senior. “Jadi bisa berkolaborasi. Ketika yang muda yang maju, didukung para senior yang punya pengalaman dalam bentuk masukan,” jelas ayah satu anak ini.

Akan bersaing dengan para senior menuju Senayan, Nabil tidak risau. Menurutnya, semua kembali kepada pilihan masyarakat. “Mudah-mudahan niat baik ini disambut baik juga, sehingga nanti bisa berbuat banyak.”

Lantas, apa yang ingin Nabil lakukan ketika kelak terpilih sebagai anggota legislatif di Senayan? “Tentu kesejahteraan adalah yang paling mendasar untuk disuarakan. Apalagi, indikatornya banyak dan harus diatasi satu per satu. Jadi nanti sambil mendengar masukan dari masyarakat, kemudian dipertimbangkan hingga diperjuangkan,” jelas dia.

Kalau kemudian terpilih, apakah Nabil berencana mengurangi aktivitasnya di dunia usaha ataupun membina Borneo FC Samarinda? “Soal membagi waktu antara berpolitik dan berusaha, insyaallah tidak jadi masalah,” pungkas dia.

DIMOTIVASI SUPORTER PERSIBA

Motivasi Sayid Ryanezard Yahya untuk maju sebagai calon anggota DPRD Balikpapan untuk Dapil Balikpapan Utara dari Partai Gerindra, adalah ingin meneruskan kiprah sang ayah, Sayid Muhammad Nur Fadli, yang berkontribusi membangun Kota Minyak sebagai sekretaris kota (sekkot) Balikpapan periode 2011-2022. “Walaupun berbeda jalurnya. Bukan sebagai birokrat,” kata Ajad, begitu dia disapa, kepada Kaltim Post, Kamis (26/10).

Hal lainnya yang mendorong Ajad maju sebagai calon wakil rakyat Balikpapan adalah karena ingin memajukan persepakbolaan Kota Minyak. Saat ini, dirinya adalah asisten manajer tim Persiba Balikpapan. Yang berlaga di Liga 2. “Gimana caranya ketika saya sudah duduk di dewan nanti, bisa lebih gampang membantu Persiba,” janji pria kelahiran 11 Maret 1990 ini.

Berkompetisi pada dapil dengan jumlah keterwakilan terbanyak (11 kursi) dan jumlah pemilih terbanyak pula (127.147 orang), memberikan tantangan tersendiri bagi politikus Gerindra tersebut. Caleg petahana masih bertarung kembali dan caleg baru yang potensial, membuatnya harus bekerja keras. Untuk merebut hati calon pemilih di Balikpapan Utara.

“Saya memiliki banyak teman di (Balikpapan) Utara. Dan juga banyak ikut organisasi. Saya juga banyak kenal teman-teman suporter (Persiba). Dan hal itu yang membuat saya maju menjadi caleg. Karena saya melihat Persiba sangat minim mendapatkan bantuan. Dan juga diminta teman-teman suporter untuk memperjuangkan Persiba,” kata pria berkacamata ini.

Ajad yang tahun ini berusia 33 tahun, sudah menyiapkan strategi. Untuk menggaet suara, utamanya dari generasi milenial dan generasi Z. Salah satunya, menyiapkan wadah untuk industri kreatif. Yang banyak diminati kedua generasi tersebut. “Kebetulan tim saya juga ada yang berkecimpung di dunia industri kreatif. Sebagai videografer. Dan mereka akan menghimpun anak-anak muda yang memiliki minat di industri kreatif itu,” ucap dia.

Dia juga menyebut anak muda saat ini sudah berpikir kritis. Berbeda dengan anak muda zaman dulu. Kebanyakan anak muda sekarang memiliki pemikiran sendiri.

Menurut Ajad, di Balikpapan Utara banyak suporter Persiba Balikpapan yang tergabung dalam Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik). Menginginkan tim kesayangan mereka kembali berlaga di Liga 1.

“Mereka pengin Persiba bisa naik lagi ke Liga 1. Saya sebagai orang di dalam Persiba, ingin mendengarkan keluhan mereka. Dan ketika saya terpilih nanti, saya ingin berbuat lebih untuk Persiba dan Balikpapan,” harapnya.

Meskipun tahapan kampanye belum resmi dimulai, dirinya sudah mulai menyosialisasikan diri. Selain itu, ada timnya. Yang anggotanya kebanyakan bergerak di industri kreatif. Untuk mengumpulkan calon pemilih, terutama dari kalangan muda. Di angkringan atau kafe, yang sesuai dengan minat anak muda. Sambil menunggu jadwal kampanye resmi pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

“Apalagi di dapil Balikpapan Utara ini banyak caleg yang maju. Dan banyak juga pemilihnya. Jadi gampang-gampang susah. Semuanya punya kans untuk terpilih. Tergantung bagaimana memanfaatkan momen nanti. Dan saya rasional, peluang saya terpilih 70 sampai 80 persen. Karena potensi caleg di (Balikpapan) Utara juga luar biasa. Bukan hanya petahana, tapi anak mudanya. Punya logistik yang besar juga,” ungkap pria berprofesi sebagai wiraswasta ini.

Ajad juga memperkirakan bakal lebih banyak anak muda yang akan terpilih menjadi anggota dewan pada Pemilu 2024. Terutama yang berusia di bawah 35 tahun. Karena ada momentum pada Pilpres 2024, salah satu calon wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka, yang berusia 36 tahun.

“Mas Gibran lagi naik-naiknya. Karena mewakili kalangan milenial dan gen Z. Masyarakat juga akan terpengaruh memilih caleg yang muda. Alasannya banyak. Karena mungkin pemikirannya yang lebih fresh. Terus lebih menarik dibanding yang sudah-sudah. Pada 2019, enggak banyak anak muda yang naik, karena belum ada persiapan. Begitu 2024, anak muda yang sudah bertarung di 2019, sudah mempersiapkan semuanya,” ujar dia.

***

Di pelataran rumah panggungnya di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu, Gohen Merang Sapulete menyambut media ini dengan tersenyum. Dia salah satu anak muda yang akan memasuki panggung politik di kabupaten termuda di Kaltim itu.

“Maaf, habis istirahat," ucapnya ramah. Segelas teh wangi pun menemani perbincangan sejenak sore itu sehabis hujan.

Sudah menjadi rutinitas politikus Golkar itu bersosialisasi, utamanya di Dapil I (Kecamatan Long Bagun) untuk menyongsong kontestasi tahun depan. Pulang pergi ia lakukan agar bisa terus menjaga hubungan dengan warga, sembari berusaha sebagai wiraswasta perkebunan.

Sebelumnya, lepas dari tenaga kerja honorer di Setkab Mahulu, tempat pertama kali bekerja pada 2016, dirinya mantap berwiraswasta. Melihat celah perkebunan sawit, lulusan S-2 Universitas Terbuka itu mengambil peran dalam distribusi hasil pertanian palma itu. Hampir setahun selanjutnya terpanggil untuk berbuat lebih. Tak sekadar menghidupi keluarga kecilnya, tetapi bermanfaat bagi orang kampung dan sekitarnya.

Memang dirinya selalu didorong oleh pihak keluarga, terutama latar belakang dari orangtuanya sebagai mantan petinggi di kampungnya. Tetapi dia terus menolak. Hingga akhirnya pria kelahiran Rukun Damai itu melihat peristiwa di salah satu kampung. "Saya melihat ada masyarakat sakit dan tak bisa berobat. Dari situlah hati saya merasa terpanggil," kenangnya.

Menurutnya, dengan menjadi anggota DPRD Mahulu, setidaknya bisa membantu orang. Walaupun tidak semua, tapi dalam kondisi penting masih bisa berbuat sesuatu. Dengan terjun ke dunia politik, usulan masyarakat yang ia dengar bisa langsung tersampaikan jika ia terpilih nanti.

"Kalau kita tidak terjun di dunia politik percuma kita koar-koar, kita cuma berteriak. Kita perlu bergerak," tambahnya dengan semangat.

Gohen merasa usulan pembangunan di kampung masih minim, sehingga inilah salah satu langkahnya agar bisa meneruskan aspirasi warga.

"Saya melihat bahwa di legislatif ini peluang bagi saya berpartisipasi membangun Mahulu. Selama ini kita juga mendukung orang terus. Ketika sudah terpilih, enggak memperhatikan kita. Sehingga keluarga memutuskan kita saja yang maju. Kalau memang Tuhan menghendaki, harus tetap memperhatikan kampung-kampung lain khususnya di Mahakam Ulu. Jangan hanya di kampung kita saja. Semua kampung perlu kita bantu," jelasnya.

Pada usia yang baru 30 tahun, dirinya merasa diunggulkan dengan stamina yang bugar dan menyukai olahraga. Ia mengakui menggemari aktivitas fisik sejak sekolah. Pendekatan yang dilakukan kepada kaum muda dirasa lebih mudah dibandingkan yang tua.

Kegemarannya bermain sepak bola diakuinya turut mempermudah pendekatan kepada pemuda lainnya. Sembari mengikuti turnamen antar-kampung dan memperluas jangkauan. Olahraga menjadi alat menjalin silaturahmi dan menghubungkan dengan berbagai kalangan, termasuk dalam konteks politik.

“Selain hobi, saya juga peduli dengan olahraga. Untuk kesehatan dan menjalin silaturahmi," pungkasnya.

***

Selain Nabil, Ajad, dan Gohen, pemuda dengan latar belakang penggiat olahraga yang masuk kancah politik kali ini adalah Abram Christ Ernez. Bukan sepak bola, tapi balap motor. Bram adalah ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kutai Barat.

Masih berumur 26 tahun, Abram Christ Ernez memutuskan untuk memulai karier politik di Partai Gerindra. Menapaki jejak sang paman yang merupakan politikus senior partai tersebut dan saat ini duduk di DPRD Kaltim, Ekti Imanuel.

Bagi pemuda kelahiran Linggang Bigung, 26 September 1997 itu, dunia politik bukanlah sesuatu yang asing. Lingkungan keluarganya dihuni para politikus senior. Selain Ekti Imanuel, juga ada mendiang Jackson John Tawi, mantan anggota DPRD Kubar dari PDI Perjuangan, yang merupakan saudara kandung ayahnya, Edhom Marvhin.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda, pada 2022 itu pun menceritakan ketertarikannya menginspirasi kaum milenial di Kubar untuk melek politik. Bram menganggap, segmentasi politikus muda dan senior di dunia politik sama. Apalagi jika duduk di parlemen. Tugasnya pun sama; penganggaran, legislasi, dan pengawasan. “Anak muda tak bisa terus diremehkan. Sudah waktunya yang muda ikut sumbangsih,” ujarnya.

Putra pertama pasangan Edhom Marvhin-Karsiwi itu mengaku motivasi besar dari generasi mudalah yang membuatnya memutuskan maju bertarung menuju DPRD Kubar Dapil 1; Kecamatan Barong Tongkok, Linggang Bigung, Tering, Long Iram, Nyuatan, dan Damai.

Ia menyadari sebagai pendatang baru, dirinya perlu kerja ekstra untuk merebut hati para konstituennya. Mengingat Dapil 1 dihuni banyak caleg petahana. Bahkan disebut “zona neraka”.

"Fokus pada basis sendiri (Linggang Bigung) karena itu kampung halaman. Sebab, suara dari sinilah yang mendorong saya untuk maju ke legislatif,” ucapnya. Bram menargetkan raihan seribu suara pada pileg nanti untuk mengamankan kursi dari dapil tersebut. (ndy/kip/*/sya/*/luk/dwi/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria