SAMARINDA–Kawasan eks permukiman kumuh di Jalan Pelabuhan, Gang Rombong, RT 4, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, masih kotor dan berantakan. Sisa material bangunan rumah yang dibongkar warga sejak Sabtu (21/10) belum dibersihkan hingga kemarin (30/10).
Camat Samarinda Kota Anis Siswantini mengatakan, pihaknya masih merencanakan pembersihan kawasan tersebut bersama beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Satpol PP. Dia menegaskan, kegiatan nanti bukan penertiban, karena bangunan yang ada sudah dibongkar warga sendiri. “Yang tersisa hanya satu bangunan di belakang tembok area gudang Hotel Mercure, itu milik pengumpul barang bekas yang sudah pergi. Barang-barangnya sudah tidak bisa diambil, sampah semua. Kami masih beri kesempatan bagi warga yang mau ambil sisa material yang layak pakai,” ujarnya.
Pembersihan membutuhkan alat berat seperti ekskavator mini. Dia berharap, PUPR membantu menyediakan alat tersebut, termasuk personel dari tim swakelola (hantu banyu). Dan melibatkan Satpol PP serta DLH untuk membantu membersihkan sisa material.
“Karena dampak sosial sudah diselesaikan, mungkin bisa membantu membersihkan juga. Kalau pengamanan, sudah aman kok,” jelasnya.
Rencananya pembersihan dilaksanakan Kamis (2/11) mendatang. Setelah kawasan tersebut dibersihkan, PUPR membangun jalan serta drainase di sana. “Lebarnya 13 meter, kami juga tidak sangka. Tahun depan kanan-kiri dibikin parit, dan badan jalan dicor atau aspal,” tuturnya.
Pembongkaran kawasan itu karena banyak keluhan dugaan aksi kejahatan yang bersumber dari sana. Pemkot telah memberikan santunan Rp 178,5 juta untuk dibagikan ke warga, Jumat (20/10) lalu. Pembongkaran bagian dari revitalisasi kawasan yang bertujuan meningkatkan fasilitas umum dan estetika kawasan. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria