Akhir tahun tak lama lagi. DPRD pesimistis proyek optimalisasi DAS Ampal bisa rampung. Semua tergambar dari kondisi proyek di lapangan.
Ditarget tuntas akhir tahun, proyek DAS Ampal yang diorientasikan untuk penanggulangan banjir di kawasan aliran Sungai Ampal, mulai Kampung Timur, MT Haryono, Beller, hingga Kampung Damai, tampaknya jauh dari kata rampung.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, pihaknya melihat progres jelas belum memenuhi target.
Padahal waktu yang tersisa tinggal beberapa minggu sebelum tenggat waktu berakhir. Pihaknya jelas mempertanyakan kinerja kontraktor. “Pekerjaan saya lihat progres baru berapa persen, jauh dari harapan,” ujarnya. Meski begitu dia tetap berharap, nantinya proyek di Jalan MT Haryono ini bisa diselesaikan sepenuhnya.
“Karena proyek multiyears ini sudah ditentukan anggarannya,” sebutnya. Sementara itu, Ketua Komisi III Alwi Al Qadri menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU). Tujuannya meminta laporan progres terbaru dari proyek bernilai Rp 135 miliar tersebut.
“Kami akan tanya langkah apa yang akan dilakukan pemerintah. Ada opsi apa saja yang tersedia,” ungkapnya. Misalnya apa harus putus kontrak atau lainnya. Pihaknya sendiri sudah tidak memiliki harapan terhadap PT Fahreza Duta Perkasa. Serta dengan tegas menyarankan putus kontrak.
“Kalau kami ingin jika mungkin kontraktor tidak usah dibayar. Kami tidak tahu sudah berapa persen pembayaran yang berjalan,” sebutnya. Meski semua tetap bergantung kembali pada keputusan Pemkot Balikpapan. Namun, DPRD Balikpapan konsisten sedari awal tidak percaya dan kecewa terhadap kinerja kontraktor.
“Tidak ada yang bagus pekerjaan, semua jalan rusak, pipa PDAM bocor. Hal yang bagus malah jadi jelek,” imbuhnya. Dia menilai, pekerjaan kontraktor tidak rapi dan sesuai standar operasional prosedur. Bahkan, perbaikan DAS Ampal terus menjadi bahan gunjingan masyarakat.
Hal itu imbas kontraktor yang tak mampu bekerja profesional. Akhirnya warga yang rugi dan merasakan dampak dari proyek tersebut. “Kami sangat tidak merekomendasikan. Saya tegaskan PT Fahreza Duta Perkasa sangat tidak layak mendapat opsi perpanjangan waktu pengerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Rita mengatakan, pihaknya saat ini memberi waktu bagi kontraktor memaksimalkan pekerjaan. Sesuai kontrak, proyek penanganan banjir perbaikan DAS Ampal masih berlangsung hingga Desember. "Biarkan kontraktor bekerja berusaha menyelesaikan tanggung jawabnya," pungkasnya. (dina/ms/k8/kp)
Editor : izak-Indra Zakaria