Obyek wisata alam di area konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis, di Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau sedang dikembangkan oleh Pemkab Paser.
Obyek wisata ini menyajikan pesona alam yang indah. Apalagi di dalamnya terdapat berbagai macam satwa khas Kalimantan seperti burung-burung. Objek wisata luasnya kurang lebih 3.400 hektar telah menjadi objek wisata favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Paser untuk mengambil gambar jenis-jenis satwa. Jarak objek wisata ini hanya bisa ditempuh 30 menit dari pusat pemerintahan Pemkab Paser di Kecamatan Tanah Grogot.
Rabuan Efendy, salah satu wisatawan dari Padang Pangrapat, mengaku, objek wisata ini terdapat beberapa jenis burung yang jarang ditemukan di daerah lin. Seperti Kang Kareng Perut Putih (Burung Rangkong). "Saya penasaran apa benar masih ada jenis burung itu disini dan ternyata saya bersyukur sempat melihat di pohon tinggi sepasang burung tersebut sedang terbang dan bermain-main," kata Rabuan.
Tak hanya itu lanjut Rabuan, kedatangannya ke objek wisata tersebut biasanya hendak memancing di danau yang merupakan eks tambang dan mencari suasana alam, untuk menghilangkan lelah setelah bekerja.
"Saya lagi dapat libur kerja mas jadi isi waktu luang kesini, jaraknya juga gak jauh dari pusat pemerintahan cuman setengah jam saja," akunya. Ia berharap objek wisata ini dapat dilakukan pengembangan dan dilengkapi Sapras-nya, dan danau tersebut tak hanya dibiarkan begitu saja, mungkin bisa diberikan fasilitas wahana air seperti perahu agar masyarakat yang berkunjung bisa melihat suasana alam di Tahura ini dari tengah danau, namun tetap dengan pengawasan petugas.
"Banyak sudah berubah mas, lama saya tidak kesini, dulu tidak ada dermaga di bibir danau ini, cuman masih banyak yang harus ditambah Sapras nya supaya masyarakat yang datang kesini betah dan enjoy," ujarnya. (adv/za)
Editor : izak-Indra Zakaria