Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Buaya Riska Ada di Mangrove Tanjung Laut Indah, Pemilik Lahan Jamin Keselamatan

izak-Indra Zakaria • 2023-12-11 09:55:14
LOKASI: Kawasan mangrove di Kelurahan Tanjung Laut Indah sebagai habitat baru buaya Riska yang disiapkan pemerintah.
LOKASI: Kawasan mangrove di Kelurahan Tanjung Laut Indah sebagai habitat baru buaya Riska yang disiapkan pemerintah.

BONTANG - Buaya Riska rencananya dipindahkan ke kawasan mangrove di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Pemilik lahan, Ali mengatakan, pihaknya menyambut baik bila buaya Riska dipindahkan ke lokasi tersebut. "Jika dipindahkan dan dijadikan tempat wisata, pasti akan berimbas ke perekonomian warga sekitar," katanya.

Ia pun mendukung keputusan pemerintah terkait pemindahan tersebut. Menurutnya, perkembangan perekonomian melalui pariwisata sangat berpengaruh. "Lokasi ini memang milik pribadi, tetapi saya serahkan pemanfaatannya oleh pemerintah seperti apa," lanjut dia. Meski begitu, Ali memberi catatan agar keamanan dan keselamatan masyarakat tetap diutamakan dengan adanya rencana tersebut. "Intinya keamanan masyarakat dijamin, sesuai dengan arahan dari pihak terkait," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Ari Wibawanto menyebut, pihaknya akan meninjau lokasi pada pekan depan. "Nanti kami cek dulu lokasinya, melihat kondisi di lapangan seperti apa," sebutnya. Ia menuturkan, penampungan tersebut ialah bagian dari operasional BKSDA.  "Jadi itu (penampungan buaya) tetap berada di bawah kendali kami," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengungkapkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan BKSDA perihal rencana pemindahan buaya tersebut. “Tentu di bawah kewenangan BKSDA, karena persoalan binatang buas,” ungkapnya.

Hal itu sekaligus untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, yang dikemas dengan wisata mangrove dan kuliner khas Bontang. “Undang investor untuk buat restoran gammi bawis. Jadi akan dibuat one stop tourism di sana. Setelah capek lihat buaya Riska, kemudian jalan di mangrove, lalu makan di ujung atau naik perahu,” terangnya. (kpg/edw/rdh/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria