Kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kubar kian mengkhawatirkan. Pihak RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) mengeklaim, pasien DBD yang meninggal lantaran terlambat dibawa ke rumah sakit.
SENDAWAR–Direktur RSUD HIS I Nyoman Sumahardika menyatakan, jika ada gejala DBD segera bawa ke rumah sakit. “Kalau ada gejala, langsung bawa ke rumah sakit. Kebanyakan yang fatal karena terlambat," kata I Nyoman Sumahardika kepada media ini.
Dia menjelaskan, peningkatan jumlah kasus DBD saat ini butuh penanganan medis yang cepat. Hal itu dilakukan agar mencegah kematian pasien. Setidaknya dapat pertolongan segera.
Potensi kematian pasien akibat DBD tak bisa dianggap remeh. Untuk itu masyarakat diimbau segera membawa keluarga atau warga jika mengetahui teridap penyakit DBD ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.
Menjelang tutup tahun 2023 ini tren kasus DBD semakin meningkat di Kubar. Nyoman mendata pada November lalu, jumlah pasien DBD ada 150 kasus. Kemudian pada 7–14 Desember ini tercatat ada 14 kasus. Dari 14 kasus pekan kedua Desember ada 3 kematian akibat DBD, 1 orang dewasa dan 2 anak-anak.
“Laporan di UGD rumah sakit, kemarin ada tiga orang meninggal dunia akibat DBD,” sebutnya. Data itu menunjukkan DBD di Kubar cukup mengkhawatirkan. Pihak rumah sakit diharapkan mempersiapkan diri dengan menyiapkan ruangan khusus pasien DBD.
Sementara itu, untuk alat pemisah trombosit, saat ini RSUD Kubar telah memilikinya. Berdasarkan data dihimpun Kaltim Post, sepanjang Januari–November 2023 total ada 379 kasus. Terdiri dari Januari 43 kasus, Februari 23 kasus, Maret 18 kasus, April 17 kasus, Mei 20 kasus, Juni 8 kasus, Juli ada 10 kasus, Agustus 18 kasus, September 24 kasus, dan Oktober 48 kasus, dan November 150 kasus.
Sementara itu, Kepala Diskes Kubar Ritawati Sinaga mengimbau warga agar menerapkan pola hidup sehat guna menekan jumlah penderita DBD di Kubar. Selain itu, pihaknya sudah mengeluarkan edaran kewaspadaan. Juga memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
Pengelola program DBD Diskes Kubar Sulistyono memberikan tips pencegahan DBD bagi masyarakat. Cara yang wajib dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk antara lain menutup dan memusnahkan semua lubang yang terdapat air. Lalu, jangan suka menggantung baju atau menumpuk barang, kemudian potong dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah.
Terakhir, menutup jendela di malam hari dan bakar minyak atau alat pengusir nyamuk. “Sebab faktor utamanya adalah karena lingkungan. Nyamuk DBD hidup di air bersih yang tergenang. Di sana nyamuk akan berkembang biak,” tandasnya. (*/luk/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria