Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mau Tahu Dampak Banjir, DPRD Samarinda dan Disdik Sambangi SMP 11

izak-Indra Zakaria • 2023-12-20 12:22:27
SEKOLAH: DPRD beserta Disdikbud Samarinda menyambangi SMP 11 untuk mengetahui dampak banjir, Selasa (19/12).
SEKOLAH: DPRD beserta Disdikbud Samarinda menyambangi SMP 11 untuk mengetahui dampak banjir, Selasa (19/12).

SAMARINDA–Meski telah dilakukan rehabilitasi sekaligus penyempurnaan di bagian sarana dan prasarana, SMP 11 Samarinda masih perlu diperhatikan. Sebab, musim hujan di akhir tahun dapat memicu genangan air di sekolah tersebut.

Hal itu sebagai langkah mitigasi agar persoalan lingkungan bisa dikendalikan sejak dini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda melalui Kasi Kelembagaan dan Sarana-Prasarana Muhammad Syafe’i menjelaskan, secara perencanaan merehabilitasi sekolah tersebut telah dilakukan tahun lalu.

Namun, pemeliharaan harus terus diperhatikan. “Yang kami tekankan pada kunjungan ini, yakni pemeliharaan, karena sudah ada dana dari Bosnas. Misalnya begini, ada WC kotor, itu bukan karena bangunannya, tapi karena pemeliharaannya,” ucapnya, Selasa (19/12).

Selain itu, lanjut Syafe’i, pihaknya mengingatkan untuk memerhatikan hal-hal yang memicu kebakaran. “Seperti kabel listrik, kami melihat bergelantungan atau tidak rapi. Padahal, untuk merapikan kabel-kabel tersebut bisa dikomunikasikan bersama komite sekolah untuk didiskusikan bagaimana baiknya menggunakan dana bosnas,” sambungnya.

Harian ini ikut memantau kondisi sekolah tersebut. Terlihat lantai basah seperti bekas genangan air di sekeliling sekolah tersebut. Syafe’i menambahkan, lapangan sekolah rencananya akan diperbaiki. "Lapangan ini diusulkan mau dibongkar, atau ditinggikan agar level disamakan dengan level banjir, dan di daerah belakang sekolah juga akan dibersihkan,” imbuhnya.

Sekolah tersebut bisa menampung 32 rombel (rombongan belajar) itu satu angkatan. Sekolah ini sangat berpotensi. "Saat ini rombel tak sampai 10, kami memaklumi karena orangtua mungkin melihat kondisi sekolahnya tak sesuai keinginan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menjelaskan, sidak tersebut bagian dari program rutinitas yang telah terjadwal. Selain itu, saat ini rancangan peraturan daerah (raperda) tentang satuan pendidikan aman bencana masih dalam pembahasan.

“Sekolah ini kan salah satu langganan banjir. Hal tersebut sebagian dari dasar sidak dilaksanakan. Sementara itu, usulan di beberapa tahun lalu ada yang belum tersentuh. Salah satunya di bagian laboratorium,” tandasnya. (kri/k8)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

 

Editor : izak-Indra Zakaria