PENYELIDIKAN terhadap peristiwa kapal kelotok yang tergencet kapal tongkang bermuatan batu bara, berakhir damai. Korban dan perusahaan sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda Kompol Teuku Zia Fahlevi mengatakan, peristiwa tergencetnya kapal kelotok hingga tenggelam itu terjadi di Sungai Mahakam, kawasan Harapan Baru. Polisi sudah memintai keterangan terhadap nakhoda tugboat (TB) yang menarik tongkang dan pemilik perahu kelotok.
"Pemeriksaan masih berupa wawancara itu. Namun, kemudian perusahaan pelayarannya dan pemilik perahu menyelesaikan secara damai, termasuk soal ganti rugi," bebernya.
Menurutnya, bila telah damai, artinya proses tidak dilanjutkan karena diselesaikan secara musyawarah atau kekeluargaan. Pihak yang telah dirugikan telah diganti atau dipulihkan kerugiannya. "Kami berikan ruang untuk itu (diselesaikan secara musyawarah atau kekeluargaan). Karena yang kami kejar dalam peristiwa itu jika menimbulkan korban jiwa," sambungnya.
Polsek KP Samarinda saat ini tengah menanti surat pernyataan perdamaian secara resmi, sebagai bukti kedua belah pihak telah berdamai. "Iya, masih menunggu surat itu (perdamaian) untuk memastikan bahwa memang sudah tidak ada masalah di kemudian hari," tuturnya.
Disinggung mengenai kronologi kejadian, Zia menerangkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, tongkang TK Prasetya 21 yang ditarik TB Prasetya 20 hendak berlabuh. Sementara tongkang Bulesco yang ditarik TB Pacific Two hendak keluar.
"Tetapi tidak melihat ada perahu kelotok yang tambat di sisi sampingnya, sehingga ketika tongkang Prasetya 21 bergeser karena arus sungai yang deras. Pemilik perahu yakni Mustari, berusaha mengeluarkan perahunya. Namun, akhirnya gagal dan tergencet," imbuhnya.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan yang sudah diperoleh disimpulkan peristiwa laka air itu terjadi karena derasnya arus sungai ketika kejadian. "Pengakuan pemilik perahu tujuan tambat di kapal tongkang karena hendak menyuplai kebutuhan logistik untuk awak kapal," pungkasnya. (kri/k16)
ASEP SAIFI
@asepsaifi
Editor : izak-Indra Zakaria