Christian Dwi Cahyo Siringoringo
(Mahasiswa Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda)
BERBICARA tentang politik rasanya ada yang kurang jika anak muda tidak ikut dibahas di dalamnya. Sejarah pun mencatat bahwa kaum muda yang menjadi pendorong semangat untuk Indonesia bisa merdeka. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan juga Peristiwa Rengasdengklok, 16 Agustus 1945 adalah bukti nyata dari betapa luar biasanya peranan kaum muda untuk membawa bangsa ini mencapai sebuah perubahan.
Sangat disayangkan apabila anak muda yang adalah penerus bangsa tidak mau ikut serta dalam proses berpolitik. Pada masa yang akan datang pasti anak-anak muda saat inilah yang akan duduk di posisi legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.
Karena sejatinya anak muda lah yang akan memimpin bangsa ini ke depannya dan anak muda juga harus siap menghadapinya dengan keikutsertaan mereka mulai dari sekarang. Ada beberapa alasan mengapa anak muda perlu aktif dan berani ikut serta dalam dunia politik:
1. Kreatif
Sudah menjadi ciri khas anak muda yang memiliki sebuah ide, gagasan maupun pemikiran-pemikiran yang menarik dan baru. Dengan banyaknya anak muda di politik maka akan banyak gagasan dan ide segar agar amanah melaksanakan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 lebih terasa di masyarakat. Di samping itu anak muda juga lincah dan cepat dalam mengeksekusi setiap ide dan gagasan yang ada sehingga lebih optimal dalam menjalani perannya di dunia politik. Ketangkasan dan kepandaian anak muda dalam hal kepemimpinan pun juga menjadi modal penting untuk memulai suatu perubahan. Anak muda yang kreatif tentu akan “penuh” dan dapat memberikan output yang baik untuk masyarakat.
2. Anak muda sebagai agen perubahan
Menjadi agen perubahan adalah salah satu tuntutan untuk anak muda di masa sekarang, di mana perubahan secara khusus dalam hal politik ini dapat terwujud apabila anak muda memiliki sebuah kepekaan terhadap politik. Ini berarti bukan hanya mengetahui cara kerja dan sistem politik, tetapi juga memahami bagaimana politik dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Menjadi agen perubahan diperlukan nilai- nilai dan attitude yang baik. Salah satu contohnya adalah menghormati nilai-nilai yang
dianut dengan teguh oleh pihak lain. Percaya bahwa perubahan harus menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi mayoritas.
Juga pertimbangan yang kuat untuk membantu tanpa menyakiti perasaan, membantu dengan risiko minimal untuk jangka pendek dan jangka panjang bagi ketenangan masyarakat.
3. Memiliki daya juang yang tinggi
Anak muda lebih produktif. Anak muda akan lebih cepat belajar. Mereka dapat belajar dari pengalaman pemimpin saat ini dan mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, anak muda dapat memimpin dengan baik di masa depan kelak. Anak muda juga memiliki tanggung jawab untuk membangun negara yang jauh lebih baik dan mampu memberikan kontribusi yang positif dalam pembangunan negara. Daya juang anak muda dapat terlihat dari setiap pergerakan yang memihak kepada masyarakat apabila terdapat isu yang akan menjadi sebuah masalah baru, anak muda harus berani mengambil sikap politiknya. Anak muda harus tanggap dan kritis terhadap isu-isu politik yang ada di sekitar. Karena sudah seharusnya politik menjadi sebuah alat untuk menegakkan keadilan dan memberikan kebaikan terhadap manusia.
Tentu di samping tiga alasan di atas diperlukan beberapa persiapan yang baik agar pada saat terjun ke dunia politik, kita dapat mengamalkan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mulai masuk ke dunia politik anak muda perlu mempersiapkan diri secara keilmuan baik itu ilmu sosial, politik, ekonomi, agama, budaya, dan lainnya. Hal ini harus dilakukan karena masuk ke dunia politik praktis tidaklah mudah. Perlu ilmu teori dan juga praktik sebelum benar-benar terjun ke dunia politik. Kedua perlu membangun relasi politik baik melalui partai politik, melalui instansi- instansi, maupun terhadap organisasi masyarakat yang ada di sekitar kita agar melalui relasi politik inilah kita dapat mengerti banyak hal tetapi juga tetap memegang teguh idealisme agar tidak mudah goyah dan terpengaruh dengan hal yang tidak baik dan bersifat merugikan banyak pihak.
Ketiga, wajib untuk mengikuti organisasi yang ada baik di kampus maupun di lingkungan sekitar. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan juga kedewasaan untuk berpikir kritis sejak dini. Sudah saatnya anak muda ikut masuk dalam dunia politik dan memunculkan banyak ide dan gagasan untuk memajukan Indonesia. Sebagai penutup, “Gouverner c'est prevoi” menjalankan pemerintahan berarti melihat ke depan dan menjalankan apa yang harus dilakukan. (far)
Editor : izak-Indra Zakaria