Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pertanyaan Debat Tak Boleh Menjebak

izak-Indra Zakaria • 2023-12-26 11:01:56
PERLU DIEVALUASI: Gibran Rakabuming Raka dan Muhaimin Iskandar.
PERLU DIEVALUASI: Gibran Rakabuming Raka dan Muhaimin Iskandar.

PERTANYAAN yang dilontarkan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka terkait State of Global Islamic Economy (SGIE) dalam debat Pemilu 2024 dinilai perlu menjadi bahan evaluasi. Agar lebih substantif, pertanyaan dalam debat berikutnya harus dipastikan lebih jelas.

Peneliti Indonesia Data Insight John Muhammad mengatakan, secara aturan, pertanyaan tersebut memang tidak melanggar. Namun, dari sisi kepantasan, semestinya pertanyaan harus diutarakan secara jelas dan tidak bersifat menjebak.

Diakuinya, tidak semua orang familier dengan sebuah singkatan. ”Penanya harus memberikan pertanyaan wajar dan jelas yang berkaitan langsung dengan perdebatan,” ujarnya, kemarin (25/12).

Kejelasan pernyataan, lanjut dia, sejalan dengan panduan mendasar dalam kompetisi debat yang berlaku secara umum. Bahkan, jika mengacu buku berjudul Competitive Debate: Rules and Techniques yang ditulis George M Musgrave, ada 10 aturan fundamental dalam berdebat. Salah satunya kejelasan pertanyaan.

Seharusnya, moderator yang ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak boleh membiarkan hal tersebut terjadi. Sebaliknya, moderator harus meminta Gibran menguraikan dengan jelas pertanyaannya. ”Lawan debatnya berhak untuk tidak menjawab jenis pertanyaan semacam ini dan meminta pertanyaan ini didiskualifikasi,” terangnya.

Untuk selanjutnya, John mengusulkan, KPU perlu merevisi aturan debat dengan meluruskan acuannya sesuai standar internasional atau akademis. Apalagi debat calon presiden dan calon wakil presiden adalah perhelatan tertinggi dalam sebuah kompetisi debat.

Debat pada kelas teratas itu diyakini akan menjadi acuan bagi debat-debat penting lainnya di daerah seperti di tingkat gubernur, dan wali kota/bupati. ”KPU tidak boleh membudayakan hal ini. Pada debat berikutnya, tidak boleh hal seperti ini terulang kembali,” tandasnya.

Sebelumnya, kritik juga disampaikan perwakilan tim pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dan nomor urut 3. Pertanyaan bernuansa jebakan menjadi catatan dari pelaksanaan debat kedua.

Namun, Dewan Pakar Ekonomi Syariah TKN Prabowo-Gibran, Reza Arief Budy Artha membantah tudingan yang menyebut Gibran melontarkan pertanyaan jebakan. Pertanyaan itu bagian dari komitmen Prabowo-Gibran dalam pengembangan ekonomi syariah.

Hal itu terlihat dari pernyataan yang sudah disampaikan dalam visi-misi awal. ”Mas Gibran menyampaikan bagaimana pengembangan SDM (sumber daya manusia) perbankan syariah yang juga disampaikan beberapa hal-hal terkait ekonomi syariah seperti pariwisata halal, industri halal,” ujarnya.

Baginya, itu adalah pertanyaan yang lumrah. Di kalangan pelaku ekonomi syariah, SGIE menjadi kosakata yang umum. Sebagai ketua umum partai berbasis Islam, dia menilai semestinya Muhaimin Iskandar memahami. ”Itu makanan sehari-hari. Jadi, enggak ada yang spesial,” tuturnya.

Ketua KPU RI Hasyim Asyari dalam kesempatan sebelumnya memastikan akan melakukan evaluasi bersama perwakilan semua paslon. Tim paslon diberikan hak menyampaikan catatan. Namun, hingga kemarin, KPU belum merilis jadwal rapat evaluasi. (far/JPG/rom/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria