SENDAWAR - Pembangunan jalan yang terputus akibat abrasi sungai Mahakam di wilayah Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, Kubar, terus dikebut kontraktor. Pantauan Kaltim Post di lapangan, progres pembangunan telah mencapai 85 persen atau sudah 300 meter jalan terbangun.
Total panjang yang akan ditimbun dengan tanah 425 meter. Pemkab Kubar meminta agar proyek tuntas paling lambat akhir tahun ini. Mengingat jalan yang sempat terputus itu merupakan akses utama jalur darat bagi warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Muara Pahu dan Melak.
Meski ada jalur alternatif lain lewat Kampung Empas Kecamatan Sekolaq Darat, jaraknya cukup jauh dibandingkan melewati jalur yang langsung tembus ke Kecamatan Melak.
Kepada media ini, Aditya selaku kepala pengawas lapangan pada proyek itu mengungkapkan, proyek bisa segera tuntas asal tak terkendala cuaca. Sebab, kata dia, untuk menimbun tanah harus dengan cuaca kering atau panas, jika hujan tidak bisa. Kemudian kondisi air sungai Mahakam, objek vital penentu progres pekerjaan.
“Sampai akhir tahun ini, penimbunan badan jalan bisa mencapai 425 meter sesuai dengan perencanaan. Tapi kalau air (Mahakam) naik, tentu tidak bisa,” katanya saat ditemui wartawan.
Namun, pihak kontraktor terus berupaya mengebut pekerjaan dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang cerah. Dengan menambah jumlah armada angkutan tanah serta metode pelaksanaan untuk mempercepat penyelesaian hingga mencapai 425 meter.
Badan jalan yang sudah terbentuk saat ini memiliki panjang 300 meter, lebar atas 10 meter, lebar bawah 14 meter, dan ketinggian dari dasar 1,8 meter hingga 2 meter. “Pekerjaan ini masih menyisakan sepanjang 125 meter lagi, dan pihaknya bekerja siang dan malam hari,” ungkapnya. (*/luk/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria