Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Setiap Hari, 10 Anak di Gaza Kehilangan Kaki

izak-Indra Zakaria • Rabu, 10 Januari 2024 - 04:58 WIB
Anak anak di Gaza yang menderita akibat serangan Israel.
Anak anak di Gaza yang menderita akibat serangan Israel.

GAZA CITY - Save the Children menyoroti kebrutalan serangan Israel di Jalur Gaza. Mereka memaparkan bahwa setiap hari rata-rata lebih dari 10 anak kehilangan kakinya akibat bom yang dijatuhkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Hal itu sesuai dengan pernyataan juru bicara UNICEF James Elder. Dia mengatakan bahwa sekitar 1.000 anak kehilangan satu atau kedua kaki mereka sejak serangan 7 Oktober 2023. Direktur Save the Children untuk Palestina Jason Lee mengatakan bahwa penderitaan anak-anak dalam konflik saat ini tidak dapat dibayangkan.

’’Pembunuhan serta membuat cacat anak-anak dikutuk sebagai pelanggaran berat terhadap anak-anak dan pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,’’ tegas Lee seperti dikutip CNN.

Lee juga mengutip pernyataan WHO yang menjelaskan bahwa banyak dari operasi terhadap anak-anak tersebut dilakukan tanpa anestesi. Itu karena minimnya pasokan obat dan fasilitas medis di Gaza, akibat blokade dan serangan Israel ke rumah sakit di sepenjuru Gaza

Terpisah, dalam pernyataan pers awal tahun kemarin, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kembali mengkritik kinerja Dewan Keamanan PBB yang tidak mampu menghentikan genosida di Gaza. Kekejaman ini telah menghilangkan lebih dari 21 ribu nyawa di Gaza. Di mana 70 persen diantaranya adalah anak-anak dan perempuan.

’’Kasus Palestina menunjukkan double standard sejumlah negara di dunia, terutama (dari) ’’the Global North’’,’’ kata Menlu. Retno mengkritik sejumlah negara ‘’the Global North’’ yang mendadak diam menyaksikan pelanggaran kemanusiaan di Gaza.

’’Kemana semua ’’kuliah’’ yang sering mereka berikan mengenai HAM?,’’ sorotnya. Retno menekankan, bahwa Palestina juga memiliki hak yang sama dengan negara-negara lainnya. (sha/mia/bay)

Editor : izak-Indra Zakaria