Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mi Sekcam

uki-Berau Post • 2024-01-17 19:30:10
-
-

SEJAK pagi, tak ada tanda-tanda akan ada cahaya matahari. Cuaca yang bikin malas bergerak. Mager istilah sekarang. Alasan yang tidak berlaku bagi ASN yang wajib masuk kantor.

Termasuk warung pojok dapat imbas cuaca. Pengunjungnya tak banyak. Saya datang sudah jam 10.00 wita, kemarin. Di antara yang masih bertahan Pak Hendra yang belakangan selalu ceria dan bersemangat.

Dia ASN yang pernah betugas di kantor Perindag. Sekarang ia mendapat promosi jabatan, menjadi sekretaris kecamatan di Sambaliung. Pelanggan tetap warung pojok menyebut jabatan baru itu memang tepat.

Hendra itu putra dari kekerabatan Kesultanan Sambaliung. Jadi tepatlah warga masyarakat juga menyambut gembira. Setidaknya, ada tempat bagi warga yang memerlukan bantuan komunikasi berbagai keperluan warga di Sambaliung.

Repotnya, karena jarak kantornya dengan warung pojok lumayan berjauhan. Sementara, dia wajib absen di warung setiap pagi. Kehadirannya kemarin itu bisa jadi setelah melaksanakan tugas bertemu dengan masyarakatnya. Dilanjutkan bertemu dengan komunitas warung pojok.

Sebagai orang ke dua di tingkat kecamatan. Tugasnya tentulah tidak ringan. Bila melihat wilayah kecamatan itu, terdiri dari kampung yang berjauhan. Hingga ke daerah Suaran dan beberapa kampung di wilayah aliran sungai Kelay. Enjoy saja daeng, kata Hendra. Selangkah lagi akan promosi Camat, kata saya.

Karena pernah sekolah di Makassar, di warung pojok itu pun kami bercerita kondisi cuaca Makassar memasuki musim penghujan seperti sekarang. Seperti video pendek yang dikimkan teman saya, menggambarkan bagaimana luapan air sungai yang menjadikan situasi siaga satu.

Menuju daerah wisata di Malino, Kabupaten Gowa, kondisinya tak jauh beda. Air menutupi jalan, membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Dua tahun lalu, sungai Jeneberang, kata Hendra, juga meluap hingga ke jembatan kembar. Yang dikhawatirkan itu kalau bendungan Bili-Bili jebol, dampaknya bisa sampai ke kota.

Iwan, ASN Dinas Pariwisata Makassar yang pernah bertugas di Berau, menyebutkan kalau puncak badai seperti yang digambarakan BMKG, sudah lewat. Hari Senin malam sudah berlangsung badai. Jadi sudah lewatmi, kata Iwan melalui pesan WA.

Di Tanjung Redeb dan sekitarnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Walaupun hujan lebat. Paling terjadi genangan di beberapa lama, kemudian surut kembali. Yang perlu diwaspadai, wisatawan yang ingin liburan ke Maratua dan Derawan. Sebaiknya memperhatikan pengumuman resmi BMKG.

Yang menarik lagi, terkait cuaca, ada teman pelanggan warung pojok yang menyebut dua kegiatan bisnis yang menyambut cuaca dengan suasana batin yang berbeda. Kalau kegiatan pertambangan batu bara. Cuaca seperti sekarang membuat semua aktivitas penambangan terhenti.

Sebaliknya, perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat gembira. Kan kita tahu, kebun sawit itu memerlukan banyak air, ungkapnya. Makanya, dengan hujan seperti ini perusahaan maupun petani kebun sawit akan merasa senang. Tak perlu repot lagi memikirkan soal air. Disitulah keadalian Tuhan, kata Hendra.

Kadang ada anekdot, kalau dua bisnis ini sering melakukan perang pawang. Ada pawang yang tugasnya agar tidak turun hujan. Sebaliknya ada pawang yang ditugaskan agar turun hujan selebat-lebatnya.

Menu yang cocok selain kopi susu di warung pojok disiapkan mi rebus. Rasanya khas dengan irisan kecil daging ayam. Hujan-hujan begini memang cocoknya mi kuah daeng, ujar Hendra.

Atas saran itu, saya pesanlah. Namanya hujan, memang bawaanya lapar. Dan yang paling pas mi kuah dengan irisan lombok rawit. Warung pojok itu sudah beroperasi hampir 40 tahun. Dulu menunya lengkap. Saya sering memesan Puyunghai. Karena orang tau pemlik warung tidak kuat lagi, menunya tinggal mi kuah.

Bagi yang tak sempat ke waung pojok. Ada banyak warung yang bisa dikunjungi untuk melawan udara dingin. Bisa ke warung Bu Basri di Jalan Murjani. Di situ bisa menikmati bubur ayam dan sop tulang. Ada Coto Makassar di pelabuhan Teratai.

Bagi peminat Soto Banjar di Bujangga. Untuk pekan-pekan ini sementara tidak jualan. Pemiliknya sedang bulik kampung, menghadiri Haul guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan. (*/sam)

@cds_daengsikra

Editor : uki-Berau Post
#Catatan