Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Diingatkan, Jangan Sampai IKN jadi Kota Mati Seperti Naypyidaw

izak-Indra Zakaria • 2024-01-21 10:10:15
Desain Memorial Park yang Akan Didirikan di IKN (Antara)
Desain Memorial Park yang Akan Didirikan di IKN (Antara)
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu isu yang dibahas selama kampanye Pilpres 2024. Para kandidat Capres-Cawapres diharapkan hati-hati terhadap proyek tersebut. Jangan sampai IKN menjadi kota mati seperti di Naypyidaw, Myanmar. 
 
Sorotan isu IKN dalam gelaran pilpres 2024 itu disampaikan Hendry Harmen, seorang aktivis dari ITB. Dia mengatakan masing-masing pasangan capres-cawapres memiliki gagasan sendiri terhadap keberlangsungan proyek IKN. Misalnya pasangan nomor urut 1 Anies-Cak Imin yang memilih memberdayakan 40 kota lainnya, ketimbang memaksakan membangun IKN. 
 
Menurut Hendry, gagasan pasangan Capres-Cawapres Anies-Cak Imin itu mengisyaratkan penerapan prinsip keadilan dan kesetaraan. Sementara pasangan capres-cawapres lainnya, lebih cenderung melanjutkan mega proyek warisan Presiden Joko Widodo tersebut. 
 
Hendry mengatakan, dengan segala dinamika yang berkembang, muncul bayang-bayang kegagalan dalam pembangunan IKN atau sebuah ibu kota negara baru. Kegagalan pembangunan ibu kota negara yang baru, terjadi di banyak negara.
 
"Kalau  soal ibukota (IKN) harus hati-hati. Jangan sampai suatu saat  menjadi kota mati seperti ibukota Myanmar, Naypyidaw yang dipindahkan oleh pemerintah Myanmar dari ibukota lama Yangoon," jelas Hendry dalam keterangannya Minggu (21/1). 
Secara umum dia menyatakan, setelah mengikuti rangkaian kampanye belakangan, visi Anies Baswedan yang sangat penting adalah pemerataan dan keadilan. Dia menganalisa setiap kebijakan termasuk dalam bidang infrastruktur, Anies menempatkan keadilan dan kesetaraan jadi nomor pertama. Setelah itu baru dilihat aspek kepentingan publik, ilmu pengetahuan, dan terakhir aspek peraturan.
 
Sebelumnya paparan tersebut disampaikan Hendry dalam Dialog Deklarasi Alumni ITB Pejuang Perubahan di Posko Pemenangan AMIN di Jakarta pada Sabtu (20/1). Kegiatan itu juga dihadiri Captain Timnas AMIN M. Syauqi Alaydrus, Co Captain Timnas AMIN Moh Jumhur Hidayat, Jubir Timnas Syahganda Nainggolan dan Koordinator Alumni ITB Pejuang Perubahan Aji Firmantoro.
 
M. Syauqi Alaydrus menyambut gembira dukungan alumni ITB itu. Menurut dia, dukungan itu sebagai salah satu garda kaum intelektual Indonesia. "Saya yakin gaung dari dukungan alumni ITB ini bisa menggaungkan ke seluruh tanah air. Sehingga kalau ada alumni-alumni lain yang belum memberikan dukungan akan terpacu," ujar Syauqi. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria