Nasi sudah jadi bubur. Bayi perempuan yang dilahirkan NR kini statusnya dirawat negara. Ibu muda yang masih berusia 18 tahun itu tak bisa menahan air matanya. Sementara sang ibu di balik jeruji, pria yang membuat sang ibu tega berbuat seperti itu belum tertangkap.
NR tak menampik. Buah hatinya itu hasil hubungan gelap dirinya dengan kekasih, seorang pria yang dikenalnya lewat media sosial pada 2023 lalu. Perempuan itu cerita sembari meneteskan air mata. Dia tak mengira yang dilakukannya itu justru mengantarkannya ke balik jeruji besi.
“Setelah melahirkan itu badan saya lemas. Enggak kuat. Mau jalan aja susah. Itu saya tiga kali mau pingsan waktu angkat anak saya itu,” ungkapnya. Dia mengakui perbuatannya sudah salah. Tapi dia masih berharap bahwa anaknya bisa tetap dirawat keluarga. Sehingga kelak masih bisa bertemu dan membesarkan anaknya.
Sementara itu, bayi perempuan yang ditemukan di Perumahan Samarinda Hills, Blok E7, RT 26, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, berstatus dalam perlindungan negara. Bayi yang belum memiliki nama itu diserahkan Polsek Samarinda Seberang ke UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma. "Jadi ibunya atau keluarga sudah tidak berhak mengambil karena statusnya resmi anak negara. Sebelumnya kan sudah dibuang," ungkap Kabid Rehabilitasi Sosial Dissos Samarinda Irwan Kartomo. Apabila keluarga ingin mengambil kembali, harus melalui proses laiknya orang mengadopsi.
"Tapi bayi tersebut harus tetap dimasukkan kartu keluarga (KK) kerabat ibunya, untuk pengurusan BPJS," sambung Irwan.
Sejak awal penemuan bayi tersebut dan dinyatakan kondisinya berangsur membaik, banyak pihak yang ingin mengadopsi bayi perempuan yang dibuang di kebun oleh NR pada Kamis (22/2) lalu.
Irwan menegaskan, banyak syarat yang harus dipenuhi calon pengadopsi untuk bisa mendapatkan bayi itu. Dissos akan melaksanakan kunjungan rumah (visit home) kepada para pihak yang mengajukan adopsi. "Kami harus lihat bagaimana ekonominya, lingkungannya, pribadinya, dan cara menyayanginya. Tentu kami tidak ingin anak itu malah telantar nantinya," tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli masih meminta jajarannya, terutama Polsek Samarinda Seberang yang menangani perkara tersebut untuk tetap mencari tahu siapa ayah dari bayi tersebut. “Belum, tapi anggota saya suruh untuk terus mencari ayah si jabang bayi tersebut,” kuncinya. (dra/k8)
Editor : Indra Zakaria