Solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Tepian terus dikaji pemerintah. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah penggunaan transportasi massal. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, sejak tahun lalu pihaknya sudah intens membahas persiapan dan perencanaan penerapan transportasi massal di Samarinda. Ada dua opsi yang memungkinkan untuk diterapkan.
Yakni investasi pemkot dengan membeli kendaraan sendiri, atau dengan skema buy the service (BTS) menggunakan bus dari vendor pihak ketiga yang telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pada opsi kedua itu nantinya Pemkot Samarinda akan membayar biaya ke pihak aplikator.
“Kedua opsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing," ungkapnya saat ditemui di sela peresmian akses Jalan Merdeka Timur menuju Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan, Jumat (1/3).
Dia menjelaskan, skema BTS memerlukan biaya yang cukup mahal. Saat ini pihaknya masih menghitung kembali mana yang lebih efisien. Apakah investasi dengan pengadaan bus sendiri atau menggunakan fasilitas BTS.
"Beberapa daerah sudah menerapkan skema BTS. Kami akan mempelajari lebih detail penerapan di daerah yang lebih dulu menggunakan metode ini," ujarnya.
Dia menyebut bahwa Presiden Joko Widodo mendorong daerah-daerah untuk memikirkan solusi macet. Hal ini sejalan dengan usulan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dalam perbincangan dengan dirinya, beberapa waktu lalu yang juga menawarkan mekanisme BTS. “Kami sudah membahasnya, namun belum ada keputusan," imbuhnya.
Dia menambahkan, ketika memang opsi pengadaan dipilih, bukan tidak mungkin mengadakan bus listrik. Hal ini juga sejalan dengan dorongan presiden terkait pengurangan emisi dengan menggunakan transportasi massal berbasis listrik. "Ini juga bisa dipertimbangkan, dengan investasi sendiri atau pengadaan dari pemkot," kata Andi Harun.
Dia berharap kajian mengenai penerapan skema transportasi massal rampung tahun ini, sehingga di 2025, salah satu dari beberapa opsi di atas bisa diimplementasikan. "Transportasi berbasis ini dalam rangka mengurangi dampak emisi karbon dan mengurangi dampak kemacetan. Mohon doanya," tandasnya.
Sebagai informasi, Pemkot Samarinda mengharapkan dukungan penuh dari Kemenhub terkait pengembangan angkutan massal berbasis jalan. Samarinda telah memiliki masterplan angkutan massal yang menghubungkan wilayah-wilayah di Samarinda hingga ke Bandara APT Pranoto.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulita Manalu mengatakan, dirinya berkesempatan berbincang dengan Menhub RI Budi Karya Sumadi, Rabu lalu. Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan permohonan dukungan terkait pengembangan transportasi massal di Kota Tepian.
"Kami sudah sampaikan bahwa kami punya rencana mengenai tujuh trayek utama dan enam trayek feeder. Yang bisa menghubungkan dengan Bandara APT Pranoto," ucapnya beberapa waktu lalu.
Trayek ini juga terkoneksi dengan Terminal Samarinda Seberang. Terlebih, rute yang menghubungkan Samarinda dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga tengah dikaji tim Kemenhub. (kri/k16)
Editor : Indra Zakaria