Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gawat..!! Difteri di Berau Telan Tiga Nyawa

Indra Zakaria • 2024-03-25 08:05:39
infografis difteri
infografis difteri

 

TANJUNG REDEB - Menindaklanjuti penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Difteri di Kabupaten Berau berdasarkan Keputusan Bupati Berau Nomor 23 Tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menyampaikan surat edaran kewaspadaan dini terkait penyakit tersebut di Kabupaten Berau.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menjelaskan, difteri merupakan penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi, karena disebabkan oleh bakteri Corynabacterium Diphteria dengan masa inkubasi umumnya 2-5 hari. Tanda dan gejala penyakit difteri yang perlu di waspadai adalah demam, nyeri menelan, terdapat pseudomembran putih keabuan di tenggorokan, leher membengkak, dan sesak nafas disertai bunyi.

Bagi kelompok masyarakat yang telah di Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) memiliki kekebalan 97 persen terhadap penyakit difteri. Sedangkan, bagi masyarakat yang terinfeksi difteri dengan riwayat imunisasi dasar lengkap dapat mengurangi 87 persen tingkat keparahan penyakit difteri.

"Sebagai tindak lanjut penanggulangan KLB Difteri kami telah dilakukan Outbreak Respon Imunization (ORI) di wilayah terbatas sesuai lokasi ditemukannya kasus," bebernya.

Berdasarkan pertimbangan potensi perkembangan kasus, maka ORI akan dilakukan secara meluas di empat kecamatan yang terdapat kasus difteri yaitu, Kecamatan Teluk Bayur, Pulau Derawan, Kelay, dan Gunung Tabur. Bertepatan dengan puasa di bulan Ramadan, bagi umat Islam yang berpuasa dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya. Itu mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021.

"Dimohon peran lintas sektor untuk mendukung pelakanaan perluasan ORI dan mendorong upaya peningkatkan cakupan IDL, baik imunisasi dasar maupun lanjutan agar capaian bisa 100 persen," pintanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono menambahkan, pihaknya akan terus memaksimalkan pelayanan di empat kecamatan terdampak dengan pemberian logistik vaksin ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di sana.

Pihaknya belum dapat melaksanakan logistik vaksin ke 21 PKM yang ada. Lantaran keterbatasan vaksin yang diterima dari pusat. Adapun pihaknya mendapat 1.400 vial dengan akumulasi satu vial terdapat 8-10 dosis. Adapun vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) tersebut terakhir tiba di Berau pada Februari lalu. Selain itu ada juga vaksin DT usia 5-7 tahun sebanyak 175 vial atau sekitar 1.750 dosis. Kemudian TD sebanyak 1.246 vial atau sekitar 12 ribu dosis dengan takaran 0,5 ml.

"Dan kami langsung menyalurkan ke PKM di empat kecamatan yang memiliki kasus difteri," tegasnya. (*/aja/kpg/rdh)

Editor : Indra Zakaria
#difteri #berau