Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

33 Pengasuh Hadapi Pemutusan Kerja, Klaim Tidak ada Penghapusan Asrama

Indra Zakaria • 2024-04-27 08:25:50

 

DIRUGIKAN: Jupri (kedua kanan) bersama pengasuh asramanya lainnya merasa dirugikan apabila benar penghapusan asrama SMA 10 Samarinda dilakukan.
DIRUGIKAN: Jupri (kedua kanan) bersama pengasuh asramanya lainnya merasa dirugikan apabila benar penghapusan asrama SMA 10 Samarinda dilakukan.
 

 

SAMARINDA–Keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terkait asrama mendapat sorotan berbagai pihak. Mulai calon wali murid yang akan mendaftarkan anaknya hingga pengasuh asrama SMA 10 Samarinda.

Mereka merasa pihak yang dirugikan atas kisruh tentang penghapusan asrama tersebut. Kemungkinan terburuk tenaga pengasuh asrama akan dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja oleh komite sekolah apabila asrama benar-benar dihilangkan. “Kami berharap dan berdoa masih ada kesempatan kebijakan untuk diubah terkait penghapusan asrama. Yang jelas pekerja seperti saya menjadi imbas. Banyak kebijakan yang perlu dipertimbangkan pengambil kebijakan di instansi terkait. Karena banyak siswa yang yang tinggal di asrama pelajar dari Kaltara dan Kutai Barat,” ujar Jupri selaku pengasuh SMA 10 Samarinda.

Dirinya bekerja sebagai pengasuh sejak awal Januari 2022. Ada beberapa teman sejak 2014 jadi pengasuh asrama saat itu masih aktif di Samarinda Seberang hingga saat ini. Alhamdulillah adanya pekerjaan sebagai pengasuh sangat membantu perekonomian keluarga. Perhatian SMA 10 Samarinda luar biasa kepada dirinya dan pengasuh asrama lainnya. “Di luar tugas pokok sebagai pengasuh ada honor tersendiri dari sekolah untuk saya. Seperti mengelola masjid hingga pengawas ujian para siswa,” ungkap bapak dari empat anak itu.

Fungsi pengasuh di asrama bukan sekadar datang, duduk dan diam. Tapi para pengasuh berfungsi sebagai penyambung orangtua siswa atau orangtua kedua siswa. “Kami membimbing, membangun adab dan karakter serta membiasakan disiplin bagi para siswa. Serta mengajari mengaji bagi siswa yang belum lancar mengajinya, membiasakan salat berjamaah bagi yang muslim dan ibadah bagi nonis,” imbuhnya.

Terpisah, calon orangtua murid asal Kutim, Fachrizal Noor Rizal menyampaikan kekecewaannya kepada Komisi IV DPRD Kaltim. Karena penghapusan asrama tersebut pastinya berimbas pada keamanan anaknya yang akan bersekolah di SMA 10 Samarinda. “Saya sangat keberatan dengan keputusan dinas atas penghapusan asrama. Karena SMA 10 Samarinda sejak dulu ada fasilitas asrama. Apabila memang sistem zonasi diadakan, kenapa ada asrama mulai dulu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMA 10 Samarinda Fathur Rachim merespons kekisruhan, namun terkait penghapusan asrama tidak dapat berbuat banyak. Karena mengikuti pimpinan. Dalam hal ini tentunya kepala Disdikbud Kaltim. “Dengan terpaksa untuk melakukan pemutusan hubungan kerja pengasuh asrama akan dilakukan apabila dari keputusan dinas terkait penghapusan asrama sudah final. Saat ini saya menunggu hasil negosiasi komite dengan dinas. Apakah keputusan nanti dibatalkan atau dilanjuktan,” urainya.

Total pemutusan tenaga kerja yang murni dikelola komite saat ini ada 33 orang. Baik itu pengasuh asrama, perawat, keamanan hingga petugas kebersihan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan menegaskan, tidak ada penghapusan asrama. Namun, kuota dalam asrama dibatasi. “Tidak ada niat menghapuskan asrama. Namun, SMA 10 Samarinda diharapkan ikuti aturan yang ada. Intinya tidak ada penghapusan karena penerimaan di PPDB masih dibuka. Tapi untuk asrama terbatas,” jelasnya.

Ditambahkannya, anak-anak yang jauh apabila ingin bersekolah di SMA 10 Samarinda dipersilakan, dari dinas sudah menyediakan panitia PPDB yang siap melayani. Misalnya peserta didik dari Kutim juga dapat mendaftar ke SMA 10 Samarinda. Kemarin ada sosialisasi PPDB secara online, para peserta yang ingin mendaftar ya silahkan yang terpenting ikuti juknis yang ada. (as/dra)

Editor : Indra Zakaria