SAMARINDA–Rencana menjadikan eks Plaza 21 di kawasan Citra Niaga, Jalan Niaga Utara, Kecamatan Samarinda Kota, sebagai hotel kembali menguak.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah intens membahas skema kerja sama setelah hasil penilaian tim appraisal terhadap nilai aset bangunan tersebut terbit.
Kabag Kerja Sama Pemkot Samarinda Idfi Septiani mengatakan, pembahasan masih dilakukan secara internal. "Nilai dari KJPP (kantor jasa penilai publik/appraisal) sudah dipegang," ujarnya, Senin (6/5). Pihaknya masih menunggu arahan sekretaris kota (sekkot) untuk menghitung kembali dan menyiapkan opsi-opsi kerja sama. Ditanya soal nilai tersebut, dirinya enggan membeberkan. "Nilainya tidak sampai Rp 50 miliar," singkatnya.
Mengenai rencana Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menjadikan area tersebut sebagai parkir, Idfi menegaskan tidak ada arahan wali kota untuk menghentikan pembahasan penawaran dari pihak mitra untuk pembangunan hotel. "Kalau keinginan Dishub boleh saja,” ucapnya.
Pembahasan internal terus dilanjutkan. Artinya, nilai investasi yang ditawarkan calon mitra sebenarnya kurang lebih dengan nilai aset yang dimiliki. “Gambaran hotel yang direncanakan adalah hotel bintang 3 dengan manajemen perhotelan. Mirip Grand Kartika, Hotel Radja, dan lainnya," tambahnya.
Tujuan penggunaan eks Plaza 21 sebagai hotel adalah untuk mengakomodasi tim asisten pimpinan yang menginap di hotel berbintang 5. Karena seringnya diadakan acara di Hotel Mercure, Ibis Hotel, Hotel Aston, maupun Swiss-Belhotel, di mana pimpinan yang menginap di hotel berbintang 5. “Maka tim asisten bisa di hotel bujet itu," jelasnya.
Dia berharap, keputusan kerja samanya dapat diambil tahun ini, sehingga pihaknya terus melakukan rapat intens bulan ini. Dengan harapan sudah jelas seperti apa skema kerja samanya. “Berapa bagi hasilnya dan kontribusi tetapnya akan disampaikan kembali," pungkasnya. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Indra Zakaria