SENDAWAR - Guna mendukung pencapaian target kemiskinan nol persen di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Pemkab Kubar menggelar rapat koordinasi dan launching percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kubar FX Yapan di ruang rapat lantai I Bappeda Litbang Kubar, Selasa (7/5). Bupati FX Yapan mengatakan, dalam upaya mencapai target tersebut, pihaknya perlu berbuat dan bergerak, serta berani cari solusi. “Dengan demikian, kita pasti bisa menekan angka kemiskinan,” tandasnya.
Bupati juga mengimbau kepada para petinggi agar melakukan pendekatan dengan perusahaan di wilayah masing-masing untuk meminta bantuan. "Kita boleh meminta bantuan untuk kepentingan masyarakat. Permintaan bantuan harus dilengkapi data-data. Jika lengkap tentu perusahaan akan membantu untuk kepentingan masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut bupati dua periode tersebut menyampaikan angka kemiskinan di Kubar pada 2021 adalah 0,51 persen dan pada 2022 meningkat menjadi 1,68 persen. Adapun pada 2023 turun menjadi 0,17 persen.
"Hal ini tentunya patut kita syukuri karena angka kemiskinan di Kutai Barat dapat menurun pada tahun 2023 lalu. Keberhasilan pencapaian penurunan angka kemiskinan ini tentu saja berkat dukungan seluruh pihak terkait," ucapnya.
Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, baik kepada pemerintah, dunia usaha, maupun unsur masyarakat yang telah bekerja sama serta saling bahu-membahu, sehingga target tersebut dapat tercapai.
Dengan capaian ini, bupati meminta untuk tidak boleh berpuas hati begitu saja. Sebab, tujuan pemkab adalah angka kemiskinan ekstrem di Kubar dapat mencapai angka nol persen.
Ia berharap melalui rapat koordinasi, dapat dilakukan evaluasi kegiatan penanggulangan kemiskinan untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik. Terutama dalam melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat dengan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. (*/ard/*/sya/kri/k16)
Editor : Indra Zakaria