SAMARINDA - Sebanyak 11 kampung di Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu, mengalami banjir besar melumpuhkan aktivitas warga, Kamis 16 Mei 2024 pagi. Banjir ini terbesar jika dibanding banjir dialami pada tahun 2005.
Aktivitas pelayanan pada pemerintahan, kepolisian perbankan maupun pasar, di wilayah tersebut, terhenti. Para pegawainya ikut berjibaku kembali ke rumah bersama keluarga untuk selamatkan jiwa dan harta benda yang bisa dibawa seadanya.
Banjir di Long Bagun mulai terjadi luapan sungai Mahakam naik dengan cepat sejak hari Rabu 15 Mei 2024 pukul 16.00 wita. Dalam hitungan 10 jam, malam dini hari, banjir di Long Bagun sudah setinggi orang dewasa dan hampir menyentuh atap rumah.
Warga pun terpaksa mengungsi ke dataran yang tinggi. "Warga tak bisa lagi membawa barang berharga dan mengungsi ke tempat tinggi. Karena sudah kelelahan mengalami banjir surut beberapa hari," kata Vera, salah satu warga Long Bagun.
Data yang dihimpun media ini, banjir parah di Long Bagun akibat kiriman banjir yang tinggi dari Kecamatan Long Apari Mahakam Ulu dan Sungai Boh terhubung ke Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Dua kawasan ini alami cuaca hujan yang sangat lebat.
Adapun, nama kampung yang terkena banjir di Long Bagun, Kampung Long Bagun ilir, Kampung Batoq Kelo, Kampung Long Bagun Ulu, Kampung Ujoh Bilang, Kampung Rukun Damai, Kampung Batu Majang, Kampung Long Hurai, Kampung Memahak Besar, Kampung Memahak Ulu, Kampung Long Merah dan Kampung Long Melaham.
Selain Long Bagun, banjir juga terjadi di Kecamatan Long Hubung, Kecamatan Laham, Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari.
Saat ini, Polsek Long Bagun bersama Polres Mahakam Ulu dan BPBD Mahakam Ulu mendirikan posko pengungsian bagi warga yang terdampak banjir.
Editor : Indra Zakaria