Menurutnya, kedepannya, moda transportasi angkutan kota di Balikpapan akan dibuatkan rute-rute baru yang masuk ke dalam lingkungan seperti yang ada di Jakarta. Dan Jalan Utama akan diisi oleh sarana angkutan umum massal. Sehingga tidak ada lagi gesekan antar angkutan.
Termasuk di sejumlah fasilitas diantaranya Pelabuhan Semayang yang juga akan menyediakan angkutan massal. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kebutuhan transportasi di kota Balikpapan.
Sehingga surat edaran yang saat ini terbitkan oleh Dinas Perhubungan bersifat sementara, dan bertujuan untuk menghindari gesekan antara pengemudi online dengan angkutan kota.
“Kita sama-sama tahu supir angkot kita seperti apa, kemudian teman-teman mitra online itu siapa saja, semuanya mau menang sendiri,” ucapnya.
Harapannya, agar para mitra aplikator angkutan online bisa menaati aturan yang berlaku di Kota Balikpapan. “Jadi taatilah aturan kota ini, silakan masuk, jangan semua maunya,” pungkasnya. (MAULANA /KPFM)