Mengingat surutnya banjir di Mahulu yang justru membawa kekhawatiran buat daerah lain, Akmal menegaskan akan pentingnya mengoptimalkan early warning sistem atau sistem peringatan dini agar bisa melakukan mitigasi bencana.
"Tadi kami berdiskusi dengan Bupati setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa kita perlu mengoptimalkan early warning sistem," ungkapnya. Lebih lagi bencana seperti ini bak menjadi agenda rutin mengingat banjir yang terjadi di Mahulu ini merupakan siklus tahunan.
"Maka tidak boleh lagi ada warga yang menderita, serta tugas dari pemerintah untuk memastikan warga aman," ujar Akmal.
Berdasarkan informasi yang dia himpun, sumbangsih air Mahakam atas banjir yang terjadi di Mahulu rupanya tidak begitu signifikan, namun justru air dari sungai Boh yang hulunya ada di Malaysia dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).
"Tadi masyarakat mengatakan kalo sungai Mahakam yang naik tak sebesar itu, tapi yang signifikan itu diduga justru dari sungai Boh, yang dialirkan dari Malaysia dan Kaltara. Lanjut Akmal, dari peninjauannya bersama Kapolda Kaltim dan Pangdam VI Mulawarman serta ketua DPR Kaltim mulai pagi hingga sore, masih ada tiga Kecamatan yang masih belum bisa tersentuh bantuan kemanusiaan.(ant/vie)