“Karena penggalian tanah itu harus berunsur kehati-hatian, tapi sejauh ini tidak ada kendala lain,” ujar Hero, usai meninjau bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Rabu lalu.
Meski diprediksi bakal tembus untuk kedua sisi, namun tak berarti jembatan itu bisa langsung dilalui oleh masyarakat. Pasalnya ia juga harus memastikan rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
“Target kami paling tidak terowongan ini bisa tembus dulu sesuai target, karena di sisi outlet (Jalan Kakap) ini tanahnya memang lebih keras,” sebutnya.
Sedangkan untuk posisi galian saat ini dari sisi Sultan Alimuddin mencapai 137 meter sedangkan dari Jalan Kakap 9 meter. Sehingga total panjang yang sudah terbangun saat ini baru mencapai 146 meter.
Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda Desy Damayanti mengatakan untuk bisa merampungkan galian dari Jalan Sultan Alimuddin-Kakap harusnya di Oktober mendatang. Namun untuk saat ini pihaknya masih mempertimbangkan dua jalur yang menjadi usulan masyarakat.
“Awalnya terowongan hanya satu jalur, tapi akan kami bahas kembali selesai pembangunan. Kami fokus penyelesesaiannya dulu, karena posisi Jalan Kakap masih ada yang harus dibebaskan lahannya,” pungkasnya. (hun/nha)