"Bila 2025 baru pembuatan Detail Engineering Design (DED), dan 2026 pengerjaan fisik, artinya 2027 baru bisa beroperasi," katanya.
Dia mengemukakan, untuk Pemkot Balikpapan tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga pada tahun 2025 mendatang, tetapi juga bagaimana menyiapkan kebutuhan air bersih warga hingga tahun 2045 mendatang.
Murni menjelaskan, di Balikpapan, sebenarnya akan mendapatkan suplai dari bendungan Sepaku-Semoi yang terletak di Kota Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Dari bendungan tersebut, Balikpapan akan mendapatkan pasokan air hingga 500 liter per detik. Namun Ia menilai jumlah itu tidak mencukupi bila menargetkan hingga tahun 2045, menurutnya suplai air itu hanya mampu mencukupi hingga tahun 2034.
“Itu tidak cukup, mereka saja kekurangan untuk menutupi kebutuhan IKN," terangnya.
Dikemukakannya bahwa pembuatan SPAM regional nantinya menjadi proyek strategis nasional (PSN), sebab proyek tersebut dianggap opsi paling potensial, sehingga dua sampai lima tahun ke depan, Balikpapan sudah terpenuhi kebutuhan air.
"Kendati untuk pekerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama, namun hasilnya akan memiliki dampak jangka panjang buat sejumlah kawasan di Kaltim," ucapnya.
Pada kesempatan itu juga Dewan Pengawas PTMB, Agus Budi Prasetyo mengatakan, upaya yang dilakukan PTMB dalam memenuhi air bersih selain dengan SPAM Mahakam, juga akan melakukan proses desalinasi air laut.
“Jika menunggu SPAM Mahakam ini butuh jangka waktu yang tidak sebentar.Ada beberapa perizinan yang dilengkapi dengan disertai dari Kabupaten Kukar dan PPU juga dilibatkan,” ujarnya.
Dikatakannya, desalinisasi air laut yang dilakukan ini sebagai salah satu langkah tercepat dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Balikpapan Barat.
Pasalnya, di kawasan tersebut sudah ada IPAM Baru Ulu yang lokasinya tidak jauh dari laut. “Nantinya air laut yang sudah di desalinasi akan di masukan ke IPAM Baru Ulu untuk diproses lebih lanjut menjadi air bersih,” ucapnya.
Diakuinya, selama ini untuk wilayah Balikpapan Barat kebutuhan air bersihnya dipasok sebagian besar dari IPA Kilometer 8 Balikpapan Utara.
“Nah untuk di Balikpapan Barat, setelah desalinisasi maka bisa mengandalkan IPAM Baru Ulu yang bisa memproduksi air bersih sebesar 120 liter per-detik,” jelasnya.
Berikutnya akan dibuat desalinasi air laut per kecamatan yang dekat dengan tepi pantai untuk keberadaan IPAM di kawasan tersebut. Sehingga anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Agus Budi menuturkan, ke depan tangki komunal di beberapa titik pemukiman yang belum mendapatkan air bersih, maka dengan menggunakan truk tangki PDAM akan mengisi tangki komunal. “Kalau kita menyediakan tangki komunal, yang harus bisa dipastikan lokasi penempatannya jangan sampai jadi tempat hak pribadi,” tegasnya.(ant/han)