Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DPKH Kaltim Terjunkan 57 Pengawas Hewan

Redaksi Sapos • Minggu, 16 Juni 2024 - 19:15 WIB
ilustrasi sapi
ilustrasi sapi

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim telah menurunkan 57 pengawas kesehatan hewan kurban untuk memastikan kelayakan sapi dan kambing yang akan disembelih.

Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa pengawas ini akan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim. "Dari provinsi ada 57 pengawas ya, dan itu tersebar nantinya di kabupaten/kota lain di Kaltim," ujarnya kepada awak media.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), serta mahasiswa dari Fakultas Peternakan di Kaltim untuk membantu proses pengawasan di sejumlah lapak hewan kurban.

Fahmi menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong meliputi pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan hewan kurban menderita penyakit tertentu. Sedangkan pemeriksaan setelah penyembelihan hewan kurban meliputi pengecekan kondisi organ dalam seperti limpa, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

"Pemeriksaan ini bertujuan untuk menjamin kualitas daging dan jeroan aman serta layak untuk dikonsumsi," ungkapnya.

Selain itu, tim pengawas juga rutin setiap tahun mengedukasi para pedagang hewan kurban terkait pentingnya menjaga kesehatan sapi dan kambing mereka menjelang hari raya kurban. Mengingat daging dari hewan kurban tersebut akan dikonsumsi oleh masyarakat yang menerimanya. 

"Edukasinya soal kebersihan, jadi jika ada lapak yang kotor, kami selalu edukasi ke pedagang untuk dibersihkan, termasuk terkait kesehatan sapi dan kambing mereka," bebernya. Kemudian, Fahmi juga menjelaskan pentingnya Juru Sembelih Halal (Juleha) yang tersertifikasi dalam melakukan proses pemotongan hewan kurban di sejumlah masjid di Kaltim.

"Ini juga bagian yang penting, di mana Juleha harus tersertifikasi. Lalu ada yang namanya ruang bersih dan ruang kotor. Ruang bersih untuk memotong dagingnya, sementara ruang kotor untuk menyembelih hewan kurbannya. Dan tidak lupa juga diberikan pembatas antar ruang tersebut," bebernya.

Fahmi kembali menegaskan bahwa petugas juga harus higienis, artinya memakai perlengkapan yang bersih mulai dari sarung tangan dan peralatan lainnya.

Kendati demikian, Fahmi berharap semua proses penyembelihan serta pengawasan nantinya bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Dia juga terbuka kepada pihak yang ingin berkolaborasi dalam mengawasi pelaksanaan kurban tahun ini.

"Harapannya bisa berjalan dengan lancar ya, hari ini tim sudah akan turun untuk mengawasi lapak-lapak hewan kurban serta halaman masjid yang dijadikan tempat pemotongan sapi dan kambing," harapnya. (*)

 
 
Editor : Indra Zakaria