Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pesut Ditemukan Mengapung di Pinggir Sungai Mahakam Jalan Slamet Riyadi

Eko Pralistio • Sabtu, 22 Juni 2024 | 10:01 WIB
PESUT: Ikan pesut ditemukan mengapung di perairan sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jalan Selamet Riayadi, depan SPBU, Jumat (21/6). (FOTO:EKO PRALISTIO/KP)
PESUT: Ikan pesut ditemukan mengapung di perairan sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jalan Selamet Riayadi, depan SPBU, Jumat (21/6). (FOTO:EKO PRALISTIO/KP)

 

Warga Kota Tepian dibuat heboh lantaran bangkai seekor pesut mengapung di Sungai Mahakam, Jalan Slamet Riyadi (Depan SPBU), Jumat (21/6) sore. Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab kematian mamalia langka itu.

Salah satu warga yang melihat sebelum dievakuasi merasa kaget setelah melihat bangkai pesut mengapung dibibir sungai. Sebab, ini kali pertama dia melihat ikan pesut secara langsung. “Saya kaget, mas. Saya cuman duduk-duduk aja istirahat sambil lihat sungai, tiba-tiba ikan pesut yang mengapung saya kira boneka atau apa,” ucap perempuan Bernama Nur Maulidya Rizki itu.

Nah, ketika itu, kata Rizky, tiba-tiba orang-orang langsung ramai berdatangan. Sebagian orang mulai meraba-raba apakah ikan pesut atau bukan. Karena ikan tersebut mengapung cukup jauh dari pinggir sungai. "Setelah ada petugas yang mengecek, ternyata ikan pesut asli. Seumur hidup baru ini saya melihatnya, tapi sayang kondisinya mati,” sambungnya.

Ketika informasi mulai menyebar, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim langsung menijau lokasi. Proses evakuasi dilakukan. Setelah diangkat ke daratan, kulit mamalia langka itu terlihat sebagian kecilnya terkupas.

“Kami akan lakukan penelitian bersama fakultas perikanan Universitas Mulawarman, karena ukurannya besar. Untuk saat ini kami belum bisa menjelaskan secara detail penyebab, berat, dan data-data pendukung lainnya,” ucap Staf BKSDA Kaltim, Suryawati Halim, Jumat (21/6).

Belum sampai setahun. Tercatat sudah ada 3 ekor pesut yang ditemukan tak bernyawa. Nah, khusus di Samarinda, ini pertama kalinya ditemukan pesut mengapung atau mati. “Untuk tahun ini, dari Januari, yang pertama itu kami temukan di Kutai Kartanegara, kemudian di kawasan Kota Bangun, dan yang terbaru di Samarinda,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Yayasan Konservasi RASI, Daniel mengatakan, diperkirakan panjang dari pesut tersebut mencapai 2 meter. Jenisnya masih belum diketahui, namun setiap pesut punya individu yang berbeda. Untuk melihat itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Diperkirakan jenisnya ada dalam data base kami. Kalau durasi waktu bangkai diperkirakan 1 hari sudah mengapung di sungai. Kalau di Yayasan kami, kode dengan kondisi pesut seperti ini masuk kode 3. Itu terlihat dari kulit yang terkupas masih sedikit,” ungkapnya.

Daniel lebih dalam melihat bentuk tubuh ikan tersebut. Bangkai pesut yang ditemukan diperkirakan berusia dewasa. Itu terlihat dari besar dan panjangnya.
“Kalau dewasa diperkirakan usianya mencapai 7 tahun. Untuk penyebab kematian kita akan teliti lebih dalam, apakah disebabkan terjerat, atau bahan yang mengandung logam, itu masih dalam penelitian. Estimasi waktunya kemungkinan 1 bulan,” pungkasnya.(*)

Editor : Indra Zakaria