TENGGARONG – Pembangunan tahap pertama Jembatan Sebulu telah dimulai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan target pengerjaan selama dua tahun, Bupati Kukar Edi Damansyah menandai pembangunan ini dengan groundbreaking pemasangan tiang pancang pada Jumat (28/6) kemarin. Kehadiran jembatan ini diyakini urat nadi perekonomian tiga kabupaten, dan keberadaannya untuk segera membentang di bantaran Sungai Mahakam sudah didambakan masyarakat Sebulu sejak lama.
Camat Sebulu Edy Fachruddin sampaikan apresiasi terhadap Pemkab Kukar karena telah memprioritaskan pembangunan jembatan ini. Selama masa pembangunannya ia juga berharap akan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Karena, tahap pertama pembangunan fokus pada jalan penghubung menuju jembatan di Dusun Sirbaya dan Desa Sebulu Modern hanya memiliki hitungan bulan.
“Harapan kami mereka kerjanya harus cepat, mengingat proyek ini kan mendapat supervisi langsung oleh KPK. Selain itu waktunya juga tinggal enam bulan saja,” ungkap Edy.
Kehadiran jembatan ini juga diyakini Edy akan memberikan banyak dampak bagi masyarakat Sebulu. Karena menjadi jalur transportasi lintas daerah, pastinya akan memberi efek domino di sektor ekonomi. Masyarakat Sebulu pun akan dipermudah membawa hasil pertanian mereka. Terlebih, dengan rencana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar membangun rest area, masyarakat Sebulu juga akan terlibat.
Saat ini, masyarakat Sebulu masih menggantungkan moda transportasi mereka melalui feri penyeberangan yang dikelola warga setempat. Dan saat ditanya tentang nasib masyarakat yang menggantungkan ekonomi mereka dari usaha kapal feri tradisional tersebut. Edy berharap mereka sudah mulai memikirkan potensi sektor usaha lain.
“Karena kehadiran jembatan ini juga akan membuka peluang usaha baru. Mereka masih ada waktu untuk memikirkan itu,” tutupnya. (adv/moe)
Editor : Indra Zakaria