Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Indeks Kepariwisataan Dunia Indonesia Naik 10 Peringkat, Sandiaga Uno Sebut Jaringan Internet Penting

Faroq Zamzami • Kamis, 4 Juli 2024 - 16:30 WIB
JARINGAN INTERNET: Sandiaga Uno meninjau UMKM di Kampung Teluk Harapan, Maratua, Kabupaten Berau, Selasa (2/7/2024) malam.
JARINGAN INTERNET: Sandiaga Uno meninjau UMKM di Kampung Teluk Harapan, Maratua, Kabupaten Berau, Selasa (2/7/2024) malam.

PROKAL.CO, MARATUA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, posisi Indonesia dalam Indeks Kepariwisataan Dunia naik 10 peringkat.

Menjadi peringkat ke-22 di atas negara lain seperti Belgia, Selandia Baru dan Turki. 

“Pertama, saya ingin memberikan informasi bahwa indeks kepariwisataan kita di dunia naik 10 peringkat, ke tingkat 22 di dunia,” terangnya pada Selasa (2/6) malam saat meninjau UMKM di Kampung Teluk Harapan, Maratua, Kabupaten Berau.

Dalam catatan itu, Sandiaga mengatakan dalam dunia pariwisata Indonesia terdapat satu pekerjaan rumah yang cukup besar. 

Yakni, dalam indeks kepariwisataan itu disebutkan Information Communication Technology (ICT) yang mencakup keberadaan internet di sebuah wilayah pariwisata. 

“Ada satu poin PR besar kita, dan di indeks itu disebutkan bahwa ICT itu masih belum mumpuni,” ungkapnya. 

Sehingga, dirinya menyebut, tugas besar di antara banyak tugas lainnya adalah memastikan ketersediaan jaringan internet di destinasi wisata terpenuhi dan andal. 

“Jadi ini sedang kita kembangkan bersama dengan Kemenkominfo,” terangnya. 

Sandiaga menyebut penggunaan internet berbasis satelit seperti Starlink, garapan Elon Musk bisa jadi salah satu solusi. 

Sehingga ke depan pihaknya akan mengembangkan rencana dan kemungkinan untuk penggunaannya. 

“Tapi betul banget, (internet) ini jadi PR dan sepenting itu,” tuturnya.

Apalagi, banyak keluhan yang menyatakan bahwa wisatawan, umumnya muda mudi, kerap kali berharap dan mencari penginapan yang punya jaringan internet stabil.

Yang terparah, niat mereka para wisatawan bisa batal jika penginapan tidak dilengkapi jaringan internet yang mumpuni. 

“Beberapa cerita juga bilang kalau ke Maratua, pilih penginapan yang terjangkau jaringan internet, kalau tidak ada jaringan (internet), mereka sekarang tidak mau,” katanya

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi menyebut kemungkinan penggunaan sistem komunikasi internet berbasis satelit Starlink untuk di wilayah Berau yang masih blank spot. 

Namun, peluncuran akses yang memudahkan terhubung internet di manapun itu masih perlu pendalaman lagi jika ingin digunakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

“Nanti kita akan pelajari dulu, apakah memungkinkan atau tidak. Apakah ada regulasi yang membolehkan nanti,” ujarnya. 

Sebab, usai diluncurkan oleh Elon Musk beberapa waktu lalu di Indonesia, kini kerap kali berseliweran penilaian masyarakat yang telah membeli dan menggunakan.

Beberapa wilayah alat tersebut mampu menangkap frekuensi internet yang cukup besar dan stabil. 

“Yang selama ini memang kita juga gunakan V-Sat, kan juga nembak ke satelit. Namun kecepatannya berbeda dengan Starlink ini,” ujarnya. 

Selain itu, dirinya juga masih mempelajari penggunaannya. Sebab, yang kerap kali terlihat adalah pemakaian pribadi masyarakat saja.

Dirinya belum mengetahui apakah perangkat tersebut juga menetapkan harga yang sama jika digunakan untuk perluasan jaringan internet bukan penggunaan mandiri. 

“Kan kalau pribadi bulanannya sekitar Rp 750 ribu, nah kalau kita terapkan untuk kampung-kampung yang jauh misalnya. Apakah tetap penggunaan pribadi atau harga berbeda,” ucapnya. (sen/far)

 

 

 

Editor : Faroq Zamzami
#derawan #maratua #berau #internet #pemkab berau #kabupaten berau #jaringan #sandiaga uno #Menparekaraf