Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Komitmen Perangi Stunting, Pemkab Kukar Lakukan Intervensi Gizi Spesifik Kepada Balita

Elmo Satria Nugraha • Kamis, 11 Juli 2024 - 03:21 WIB
Rapat koordinasi Pemkab Kukar terhadap penanganan dan pencegahan stunting (Elmo/Prokal.co)
Rapat koordinasi Pemkab Kukar terhadap penanganan dan pencegahan stunting (Elmo/Prokal.co)

Komitmen Perangi Stunting, Pemkab Kukar Lakukan Intervensi Gizi Spesifik Kepada Balita

TENGGARONG – Intervensi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memerangi stunting. Terungkap, salah satu indikator utama stunting ini adalah permasalahan gizi. Untuk itu, Pemkab Kukar menggelar rapat koordinasi bersama Camat, Kepala Desa (Kades), OPD terkait dan dunia swasta. Dalam melaksanakan evaluasi penanganan ballita dengan permasalahan gizi sebagai upaya intervensi gizi spesifik di Ruang Rapat Daksa Arta BPKAD Kukar, Rabu (10/7).

Bupati Kukar Edi Damansyah memimpin langsung rapat ini. Ia mengungkapkan, rakor ini menjadi medio evaluasi terhadap penghitungan serentak pencegahan stunting di Kukar yang berlangsung selama bulan Juni kemarin. Dan dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2023 lalu. Angka stunting yang sebelumnya menyentuh 17 persen kini menurun 2 persen.

“Kami telah mengikuti dan mengawal data ini. Dari gambaran perbaikan yang didapat Kukar, sekarang angka stunting kita 15 persen,” ungkap Edi.

Terungkap dari penghitungan serentak pencegahan stunting kemarin. Indikator utama Kukar adalah permasalahan gizi. Baik itu kurangnya berat badan, hingga gizi kurang atau gizi buruk. Dan langkah cepat yang ditempuh Pemkab Kukar adalah menyalurkan Program Makanan Bergizi Kukar Idaman (PMBKI). Yang berupa pemberian makanan pokok dan makanan tambahan bergizi kepada anak penderita stunting.

Penyaluran ini menjadi prioritas Pemkab Kukar, karena memerangi stunting akan menentukan perkembangan para anak-anak penerus bangsa. Intervensi berupa pemberian makanan tambahan ini diyakini menjadi langkah sigap sebelum stunting terjadi. Dalam kesempatan ini juga, Edi membeberkan keterlibatan dunia swasta membantu pemerintah memerangi stunting.

Dimana ada MoU yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Muara Wis selaku pilot project penanganan stunting bersama tiga perusahaan. MoU ini diteken perusahaan melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dalam membantu Kecamatan Muara Wis mengintervensi konsumsi tambahan. Kepada balita selama dua bulan.

“OPD teknis sampai dokter spesialis anak akan jemput bola ke kecamatan dan desa yang perlu penanganan stunting. Tetapi intervensi spesifik pemberian makanan tambahan untuk perbaikan gizi. Juga perlu pengawasan dan peran serta orang tua,” tutup Edi. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria