Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Parkir Non Tunai di Samarinda Masih Dibantu Manual, “Tidak Kerja Sama, Tak Mungkin Jalan”

Redaksi Sapos • Jumat, 9 Agustus 2024 - 18:45 WIB
DIBANTU OPERATOR. Pembayaran parkir non tunai di Lotte Mart tidak berjalan sesuai harapan. (DOK/SAPOS)
DIBANTU OPERATOR. Pembayaran parkir non tunai di Lotte Mart tidak berjalan sesuai harapan. (DOK/SAPOS)

 

Sudah satu bulan penerapan parkir non tunai berjalan. Sejumlah pusat perbelanjaan, hotel dan rumah sakit menjadi sasaran utama program ini. Memang tidak mudah untuk menerapkan aturan baru ini. Hal inilah yang terus dievaluasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda.

Dari 20 tempat parkir otonom yang dinyatakan wajib parkir non tunai, hanya lima taat menerapkan pembayaran parkir non tunai. Diantaranya BIGMall, Samarinda Central Plaza (SCP), Lotte Mart, City Centrum dan Five Premiere Hotel eks Hotel Selyca Mulia.

 

Sisanya terpantau memang sudah ada yang berupaya untuk menerapkan parkir non tunai, seperti Lotte Mart, Mall Lembuswana dan Mall Robinson. Namun pencatatannya masih belum sesuai, lantaran masih dibantu oleh operator secara mandiri.

“Yang kami inginkan masyarakat bisa langsung tap in tap out dengan mesin khusus pembayaran non tunai, makanya kami sudah beri teguran ke mereka,” ungkap Manalu. Dirinya pun meminta agar seluruh pihak yang memiliki parkir otonom bisa menjalin kerja sama denganperbankan.

Sebab jika hanya sekadar penerapan non tunai saja, pencatatannya tidak akan maksimal langsung ke kas daerah. Sedangkan tujuan penerapan parkir non tunai adalah menghasilkan pencatatan parkir yang transparan dan akuntabel.

Tak heran sejumlah pemilik parkir otonom didorong untuk menggandeng pihak perbankan dalam pencatatan parkir mereka. “Kalau tidak ada kerja sama tidak akan jalan," tegasnya. Setelah evaluasi berlangsung dalam satu bulan, Manalu pun mengaku saat ini sudah memberikan teguran terhadap seluruh pemilik parkir otonom yang masih enggan menerapkan parkir non tunai.

Meski belum berniat melakukan tindakan tegas, namun dirinya mengaku sudah berancang-ancang menindak dengan cara menyegel tempat pembayaran parkir tersebut. Sebab dalam kurun satu bulan ini, pihaknya sudah berupaya memberikan teguran tertulis maupun lisan kepada pemilik parkir otonom.

“Untuk penyegelan kami masih ajukan ke pak walii (Andi Harun) tapi kami harapkan pemilik parkir otonom bisa segera memperbaiki kekekurangan yang ada saat ini,” terangnya. Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah juga tak ketinggalan menyoroti persoalan ini.

Pasalnya penerapan parkir non tunai saat ini belum diberlakukan secara merata. Bahkan belum lama ini ia baru saja berkunjung ke Mall Lembuswana, hanya saja terjadi antrean panjang akibat sistem pembayarannya terbatas untuk satu perbankan saja.

 

“Padahal di mall-mall lain sudah bisa, bahkan ada yang pakai aplikasi khusus Parkee (aplikasi pembayaran parkir non tunai), tapi di Lembus belum bisa,” ungkapnya. Ia pun berharap instansi yang berwenang bisa lebih serius dalam menerapkan aturan yang diberlakukan secara merata.

Sebab yang terjadi saat ini, hanya ada beberapa pemilik otonom yang taat aturan. ”Harusnya masyarakat bisa dipermudah dengan pembayaran non tunai, tapi kenapa tidak diterapkan merata,” pungkasnya. (hun/nha)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria