Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Masalah Air Bekas Tambang yang Dipakai Warga Perum New Mahakam Grande: Pemkot Bakal Telusuri Tanggung Jawab Developer

Indra Zakaria • 2024-08-14 11:00:00
TAK LAYAK: Warga perum New Mahakam Grande kelurahan Lok Bahu menunjukkan kolam eks tambang yang jadi sumber air utama ratusan KK warga perumahan tersebut. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KP)
TAK LAYAK: Warga perum New Mahakam Grande kelurahan Lok Bahu menunjukkan kolam eks tambang yang jadi sumber air utama ratusan KK warga perumahan tersebut. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KP)

 

Berbagi keluhan disampaikan warga perum New Mahakam Grande di jalan Nusyirwan Ismail kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang di sela aksi damai yang diadakan di depan balai kota, Senin (13/8). 

Dari pertemuan itu pihak pemkot akan menagih pertanggungjawaban developer pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Plt Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas mengatakan, bahwa aksi protes seharusnya dilayangkan warga ke developer. Karena pemenuhan air bersih, menjadi tanggung jawab pengembang, terlebih fasilitas umum (fasum) perumahan tersebut belum diserahkan ke pemkot. 

“Kami siap menampung aspirasi masyarakat. Maka akan ada pertemuan lanjutan Kamis (15/8) mendatang bersama warga dan developer,” ucapnya, Selasa (13/8).

Dia menjelaskan, dari sisi teknis perumdam Tirta Kencana siap membantu mendistribusikan air bagi warga di sana, dengan sumber air dari IPA Bendang. 

Bahkan dari keterangan tim Perumdam Tirta Kencana beberapa waktu lalu sempat ada rencana kerjasama, dengan masyarakat developer menyiapkan lahan untuk pembangunan booster serta menanggung biaya pipanisasi dari pipa induk di jalan Nusyirwan Ismail ke arah perumahan dengan jarak lebih dari 1 km.  

“Tetapi sampai saat ini tidak ada kejelasan. Malah developer membangun WTP, ternyata kualitasnya dikeluhkan warga,” ucapnya. Dia menjelaskan dari pertemuan nanti, pihaknya akan meminta klarifikasi sejauh mana tanggung jawab yang telah diberikan pengembang utamanya penyediaan air bersih yang layak dan sehat bagi warga. 

Mengingat sebagian warga memprotes, kondisi air yang saat ini mereka nikmati berasal dari eks kolam tambang yang menyebabkan berbagai penyakit kulit. 

“Kami akan telusuri. Karena tidak bisa kalau developer lepas tangan,” ucapnya. Dia kembali menegaskan untuk perumdam Tirta Kencana siap membantu pemenuhan air bersih bagi warga di sana. Namun patut diingat developer juga harus bertanggung jawab. 

“Kalau memang ke depan beralih ke perumdam, tentu warga akan dikenakan biaya sebagaimana golongan yang berlaku. Begitu juga akan dikaji kembali apakah tekanan air dari pipa utama cukup, tanpa harus membangun booster,” pungkasnya.

Sebelumnya, aliran air yang dinikmati warga perumahan New Mahakam Grande Jalan Nusyirwan Ismail kelurahan lok Bahu selama ini lancar. Tetapi air yang bersumber dari kolam eks tambang menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti gatal hingga dan korengan.

Atas kondisi itu, Senin (12/8) puluhan warga melakukan aksi di depan Balai Kota Samarinda. Mereka meminta bantuan pemkot Samarinda agar air dari Perumdam Tirta Kencana bisa masuk ke rumahan tersebut.

Salah satu rumah warga RT 13 kelruahan Lok Bahu, M Taurif Rasyidin mengatakan dirinya sudah tinggal di perumahan sejak 2021 lalu. Sejak itu warga mendapat air yang dikelola oleh pengembang perumahan, dari dua WTP, dikelola warga dan pengembang perumahan. “Tetapi keduanya bersumber dari kolam eks tambang,” ucapnya, Senin (12/8).(*)

 
 
Editor : Indra Zakaria