Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Di Samarinda, Daerah Inilah yang Belum “Merdeka” dari Banjir

Redaksi Sapos • 2024-08-23 12:45:00
TERENDAM. Sejumlah warga melintasi banjir yang menggenang di Jalan Sukoharjo, Lempake. (kis)
TERENDAM. Sejumlah warga melintasi banjir yang menggenang di Jalan Sukoharjo, Lempake. (kis)

 

 Kemerdekaan nampaknya belum merata di rasakan warga Kota Samarinda. Buktinya, di bagian pinggiran kota masih saja warga merasakan kesulitan beraktivitas. Hal ini diakibatkan kerapnya banjir merendam permukiman mereka.

Ya, banjir kerap melanda kawasan permukiman di Jalan Sukorejo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Kondisi yang sudah terjadi berulang-ulang ini membuat warga resah. Teranyar, banjir merendam tepat pada perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (17/8) sekitar pukul 16.00 Wita.

 

Tingginya air membuat warga harus berjalan kaki untuk bisa melintas. Warga sekitar menceritakan jika air bercampur lumpur yang kerap menggenang di lokasi merupakan limpahan dari atas bukit yang ada di kanan kiri jalan. Bukti tersebut kini sudah dipangkas dan berubah menjadi perumahan warga.

"Kalau hujan deras pasti banjir. Sebab parit lebih tinggi dari jalan sehingga air justru menumpuk di badan jalan," kata Mustofan, warga sekitar. Meski perbaikan drinase sebenarnya sudah dilakukan, namun debit air bercampur lumpur tak mampu tertampung di dalam parit, imbasnya, air meluap kejalan dan menggenang.

Tak hanya jalan, beberapa rumah warga yang posisinya lebih rendah atau sama tinggi laintainya dengan jalan ikut menjadi korban. Rumah warga tersebut kemasukan air. Meski air mulai surut warga masih dibuat sibuk dengan endapan lumpur di dalam rumah.

"Berhari-hari baru bisa dibersihkan karena lumpur sangan tebal. Harusnya pengembang perumahan ikut bertanggung jawab atas masalah ini," ungkapnya. Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam segera menggelar rapat koordinasi untuk membahas masalah tersebut bersama lurah dan tokoh warga setempat untuk mencari solusi terbaik agar kondisi serupa tidak selalu berulang. "Jangka pendek bisa saja bersama warga kita melakukan kerja bakti," singkat Syamsu. (kis/nha)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria